
Ilustrasi seseorang tengah jogging. (Pixabay)
JawaPos.com – Memasuki bulan suci Ramadhan, umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tidak hanya melakukan perubahan pola makan, melainkan juga perubahan pola aktivitas.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Dr Lilik Herawati dr MKes mengingatkan pentingnya olahraga.
Lantas, kapan waktu dan jenis olahraga yang tepat selama berpuasa?
Lilik menganjurkan saat berpuasa sebaiknya melakukan olahraga dengan intensitas ringan dan sedang. Untuk jenisnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing seperti jogging, berjalan, bersepeda, maupun senam.
Bagi remaja atau dewasa yang tidak memiliki gangguan dalam persendian, tidak ada penyakit tertentu, dan berat badan normal, dianjurkan melakukan jogging.
Namun, bagi lansia maupun seseorang yang overweight atau obesitas, sebaiknya cukup berjalan dan bersepeda. Lantaran jika berlari dapat membahayakan sendi-sendi lutut. Menurutnya, berenang sebenarnya juga boleh tetapi saat puasa mungkin khawatir ada air yang tertelan.
Penyiasatan olahraga pun menjadi perlu, terlebih intensitas dan waktu. Ia menyarankan waktu yang ideal berolahraga yakni saat menjelang berbuka puasa.
Lantaran, ketika olahraga, relatif terjadi kehilangan cairan tubuh dan merasa haus, dapat segera kembali pulih saat berbuka. Kalaupun dilakukan di pagi hari setelah sahur juga boleh, asalkan tidak terlalu berat.
Dirinya mengatakan jika memang olahraganya hanya sempat di pagi hari, sebaiknya cukup peregangan saja sekitar 30-60 menit, sesuai dengan kondisi tubuh.
Begitu pula, jika malam hari kondisi pulang kerja dan sedang capek sekali. Sebaiknya tidak perlu dipaksakan olahraga. Hal ini dapat memicu efek yang tidak diinginkan dan meningkatkan risiko cedera.
“Kalaupun bisanya selepas tarawih ya gunakan jenis olahraga ringan sampai sedang. Untuk sementara olahraga berat tidak perlu, sebab irama hormonal kortisol menjadi lebih rendah saat malam,” jelas dosen fisiologi dan ilmu kesehatan olahraga FK UNAIR itu.
Di samping itu, Lilik menyebutkan tips berolahraga aman selama berpuasa untuk orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Pertama konsultasi ke dokter dulu. Kedua, apabila diizinkan berolahraga, ikuti saran dokter tersebut.
Prinsipnya, tubuh jangan dibiarkan lama tidak bergerak,kecuali memang ada indikasi tidak boleh bergerak. Selain itu, upayakan aktivitas fisik sehari-hari di-setting menjadi olahraga.
Misalnya ketika berjalan, jalannya dibuat jalan ala olahraga, ataupun ketika naik ke lantai dua, lebih baik menggunakan tangga daripada eskalator atau lift.
“Jadi dengan aktivitas olahraga yang tepat dapat memberikan manfaat. Layaknya obat, jika dosisnya pas akan memberikan manfaat, tetapi jika kurang ya tidak bermanfaat, apalagi jika berlebihan ya bisa membahayakan,” katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
