Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Maret 2024 | 15.13 WIB

Kultum Ramadhan 2024, Korelasi Ibadah Puasa dengan Kesehatan Tubuh

ilustrasi olahraga di bulan puasa Ramadhan. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi olahraga di bulan puasa Ramadhan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Seluruh umat Islam kini tengah menjalankan ibadah puasa yang dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum, serta hal-hal yang membatalkan.

Ibadah puasa yang dilakukan dari mulai fajar sampai magrib ini memang dianggap menguras tenaga.

Namun dengan adanya ibadah puasa membuat muslim dituntut untuk mengatur pola makan dan minum yang baik selama satu bulan penuh.

Tak hanya itu, ibadah puasa juga melatih diri untuk bisa mengosongkan perut secara medis yang dianggap memiliki beberapa sumber penyakit.

Dalam salah satu hadits marfu’ riwayat Abu Hurairah ra tentang manfaat puasa disebutkan:

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

Artinya, “Puasalah, maka kalian sehat.” (HR At-Thabarani).

Al-Harali berkata: "Hadits ini menunjukkan orang yang berpuasa akan mendapat kebaikan badan, kesehatan dan rezeki yang melimpah, serta pahala yang besar di akhirat. Puasa adalah makanan bagi hati. Karena itu ulama sepakat bahwa kunci hidayah dan kesehatan adalah rasa lapar, karena jika organ-organ menjadi lemah, maka Allah akan menerangi hati, menyucikan jiwa, dan menguatkan tubuh." (Abdurrauf Al-Munawi, Faidhul Qadir, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1994], juz IV, halaman 280).

Dikutip dari NU Online (15/3) Ulama dalam menjelaskan makna hadits tersebut sepakat bahwa puasa dapat membawa kesehatan pada tubuh.

Karena makanan yang ada di dalam perut merupakan sumber utama dari berbagai macam penyakit.

Imam Al-Ghazali mengutip satu hadits dalam kitab Ihya’nya yang berbunyi:

الْبِطْنَةُ أَصْلُ الدَّاءِ وَالْحِمْيَةُ أَصْلُ الدَّوَاءِ

Artinya, “Perut adalah asal muasal penyakit, dan pola makan adalah asal muasal obatnya.” (Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Beirut, Darul Ma’rifah], juz III, halaman 87).

Al-Harits bin Kaldah At-Tsaqafi (wafat 13 H/634–35 M), seorang tabib (dokter) terkenal bangsa Arab yang berasal dari kota Thaif, berkata: “Pantangan makan adalah obat”.

Pernyataan ini didukung oleh para tokoh, mereka mengatakan bahwa rasa lapar adalah salah satu obat yang paling mujarab dalam menyembuhkan segala penyakit karena faktor kegemukan atau kekenyangan, dan dapat lebih baik dalam mengobatinya. (Abdullah Muhammad Ibnu Muflih Al-Maqdisi, Al-Adabus Syar’iyah, [Beirut, Muassasah Ar-Risalah: 2005], juz II, halaman 348).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore