
ilustrasi olahraga di bulan puasa Ramadhan. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Seluruh umat Islam kini tengah menjalankan ibadah puasa yang dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum, serta hal-hal yang membatalkan.
Ibadah puasa yang dilakukan dari mulai fajar sampai magrib ini memang dianggap menguras tenaga.
Namun dengan adanya ibadah puasa membuat muslim dituntut untuk mengatur pola makan dan minum yang baik selama satu bulan penuh.
Tak hanya itu, ibadah puasa juga melatih diri untuk bisa mengosongkan perut secara medis yang dianggap memiliki beberapa sumber penyakit.
Dalam salah satu hadits marfu’ riwayat Abu Hurairah ra tentang manfaat puasa disebutkan:
صُوْمُوْا تَصِحُّوْا
Artinya, “Puasalah, maka kalian sehat.” (HR At-Thabarani).
Al-Harali berkata: "Hadits ini menunjukkan orang yang berpuasa akan mendapat kebaikan badan, kesehatan dan rezeki yang melimpah, serta pahala yang besar di akhirat. Puasa adalah makanan bagi hati. Karena itu ulama sepakat bahwa kunci hidayah dan kesehatan adalah rasa lapar, karena jika organ-organ menjadi lemah, maka Allah akan menerangi hati, menyucikan jiwa, dan menguatkan tubuh." (Abdurrauf Al-Munawi, Faidhul Qadir, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1994], juz IV, halaman 280).
Dikutip dari NU Online (15/3) Ulama dalam menjelaskan makna hadits tersebut sepakat bahwa puasa dapat membawa kesehatan pada tubuh.
Karena makanan yang ada di dalam perut merupakan sumber utama dari berbagai macam penyakit.
Imam Al-Ghazali mengutip satu hadits dalam kitab Ihya’nya yang berbunyi:
الْبِطْنَةُ أَصْلُ الدَّاءِ وَالْحِمْيَةُ أَصْلُ الدَّوَاءِ
Artinya, “Perut adalah asal muasal penyakit, dan pola makan adalah asal muasal obatnya.” (Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Beirut, Darul Ma’rifah], juz III, halaman 87).
Al-Harits bin Kaldah At-Tsaqafi (wafat 13 H/634–35 M), seorang tabib (dokter) terkenal bangsa Arab yang berasal dari kota Thaif, berkata: “Pantangan makan adalah obat”.
Pernyataan ini didukung oleh para tokoh, mereka mengatakan bahwa rasa lapar adalah salah satu obat yang paling mujarab dalam menyembuhkan segala penyakit karena faktor kegemukan atau kekenyangan, dan dapat lebih baik dalam mengobatinya. (Abdullah Muhammad Ibnu Muflih Al-Maqdisi, Al-Adabus Syar’iyah, [Beirut, Muassasah Ar-Risalah: 2005], juz II, halaman 348).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
