
Masjid Kiai Merogan di Palembang, Sumsel.
JawaPos.com - Palembang memiliki tokoh ulama yang terkenal pada masanya, yakni Kiai Merogan atau Muara Ogan. Di masanya Kiai Merogan berdakwah dan menyiarkan ajaran Islam dengan menaiki perahu menyusuri Sungai Musi.
Kini, meski kiai itu sudah tidak ada lagi, namun keturunannya tetap menjaga peninggalan dan cara beribadahnya. Untuk barang peninggalan tentu ada masjid yang disertai buku, kitab-kitab, barang berharga lainnya. Sedangkan dua masjid peninggalan sang kiai hingga kini masih terawat dengan baik yakni Masjid Kiai Merogan dan Masjid Lawang Kidul.
Kini peninggalan itu dijaga oleh Ipda Kamil Al Rasyid, zuriat keturunan keempat Kiai Merogan. Kamil Al Rasyid, selain aktif menjadi anggota Polri, dia juga pengurus Masjid Lawang Kidul. Di luar jam dinasnya dia selalu berupaya memakmurkan masjid dan menjaga museum masjid. Di museum itu terdapat berbagai barang peninggalan Kiai Merogan yang bisa dilihat hingga kini.
“Kiai Merogan dahulu memang sangat senang bersedekah karena itu kami lakukan hingga kini,” ujar Kamil seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (30/5).
Kamil Al Rasyid yang sehari-hari bertugas sebagai Panit Ops Subbid Paminal Bid Propam Polda Sumsel itu menyebut, sedekah yang diberikan tersebut merupakan kumpulan sumbangan dari jemaah masjid.
Setiap bulan jumlahnya berbeda untuk diberikan kepada anak di sekitar masjid. Apalagi Ramadan saat ini banyak kegiatan rutin yang dilakukan. Mulai dari salat tarawih berjemaah, tadarusan para bapak dan ibu jemaah masjid. “Kami juga gelar buka bersama setiap hari karena cukup banyak jemaahnya yang datang ke sini,” imbuhnya.
Mengikuti jejak leluhurnya, bapak dua anak ini juga selalu menyempatkan diri untuk melaksanakan salat di Masjid Lawang Kidul. Masjid yang dibangun tahun 1890 itu, terdapat beberapa bangunan seperti mihrab yang terbuat dari batu kapur dan masih terjaga keasliannya. Serta barang lain seperti jendela dan tiang.
Kamil Al Rasyid berharap ke depan zuriat lainnya dapat terus melakukan apa yang sudah dilakukan Kiai Merogan. Mensyiarkan agama, terlebih di era globalisasi saat ini yang semakin besar sekali tantangannya. Mengajak masyarakat berbuat kebaikan karena banyak dipengaruhi dunia luar. (*/air/ce1/iil/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
