
Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas menegaskan, Islam adalah agama yang membolehkan pernikahan lebih dari satu kali itu. Namun, batas-batasnya sudah jelas ada dan harus dipatuhi.
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri 1442 H biasanya dirakayakan dengan meriah. Seperti mengenakan baju baru, menyiapkan makanan khas lebaran yang banyak untuk dikonsumsi.
Namun, tidak dengan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas yang merayakan Idul Fitri 1442 H dengan penuh kesederhanaan. Termasuk soal makanan lebaran yang biasanya khas dengan rendang dan opor ayam.
"Tidak ada itu, malah istri saya bingung, apapun yg dibuat istri saya itu saya makan tanpa protes. Mikir kan pusing juga. Saya tidak mau apa-apa. Apa yang ada, itu yang saya makan. Iya sederhana. Saya tidak terlalu ribet," kata dia kepada JawaPos.com.
Kemudian, selama Ramadan kali ini, dirinya juga berhasil meng-khatam-kan Al-Qur'an sebanyak 1 kali. "Sekarang bisa lebih berkonsentrasi beribadah, apalagi di masa Covid-19, istri saya itu sudah 5 kali khatam, dulu tidak bisa ada anak dan cucu. Saya baru 1 kali khatam,"
Dia pun juga tidak mengikuti tradisi mudik seperti masyarakat kebanyakan. Sebab, orang tuanya sendiri telah berpulang ke sisi Tuhan yang Maha Esa berpuluh-puluh tahun yang lalu.
"Kalau saya sudah lama tidak pulang kampung karena orang tua saya sudah lama meninggal, bapak saya 41 tahun yang lalu, ibu saya 22 tahun yg lalu dan sodara-sodara saya sudah mencar kemana-mana dan hanya ada satu orang di kampung," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengaku kapok pulang kampung ketika masa lebaran karena macet. Untuk itu, dia tidak pulang kampung ketika lebaran, tapi pada saat hari-hari biasa tanpa perayaan.
"Saya juga agak kapok pulang kampong kalau lebaran karena macet. Saya kalau lebaran di rumah saja di ciputat. Saya sekarang dengna istri aja berdua, anak-anak sudah berkeluarga, cuma biasanya mereka datang," imbuhnya.
Kepada masyarakat yang melakukan mudik, ia meminta agar tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan. Di mana saat ini dia melihat bahwa kesadaran masyarakat akan hal ini masih rendah.
"Saya terus terang kesadaran kita menghormati ilmu sangat rendah, jadi saran dari para ahli dan pemerintah untuk melaksanakan 5M itu tidak dipatuhi oleh sebagian masyarakat, dan ketika pemerintah melarang mudik ternyata masih banyak yang melanggar, ini karena sudah tradisi ya, itu sulit sekali ditinggalkan. Berhenti mudik itu agak sulit karean sudah tradisi," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
