
Pemudik yang pulang kampung naik pesawat saat di Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
JawaPos.com - Arus mudik dari sisi jalur darat terjadi kerenggangan kendaraan yang melintas di sejumlah jalur utama. Kondisi yang tak jauh berbeda terlihat bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi udara alias pesawat.
Menurut data posko angkutan Lebaran terpadu Kementerian Perhubungan, mulai Minggu (10/6) pukul 08.00 hingga kemarin pukul 08.00, terdapat 17.077 penerbangan. Untuk penumpang yang diangkut, jumlahnya 2.231.041 orang.
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi mengungkapkan, libur panjang membuat penyebaran waktu mudik lebih banyak. "Sehingga tidak ada kesan berdesak-desakan. Perjalanan darat juga bagus. Tidak ada macet," ungkapnya kemarin.
Dari segi keamanan pesawat, jajaran Ditjen Perhubungan Udara sudah melakukan ramp check sebanyak 1.026 pemeriksaan terhadap 468 pesawat maskapai nasional (beregistrasi PK). Jumlah pemeriksaan sebanyak itu dilakukan mulai 1 Mei hingga 9 Juni. "Dari hasil ramp check, semua pesawat layak terbang," sambung Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso.
VP Corporate Secretary & CSR Citilink Ranti Astari Rahman menambahkan, rata-rata keterisian pesawat mencapai 86 persen. "Pada jam-jam tertentu, misalnya tanggal 9 dan 10 Juni, keterisian mencapai 100 persen," lanjutnya kemarin. Pihaknya memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 8-14 Juni 2018.
Sedangkan perkiraan puncak arus balik terjadi pada 20-24 Juni 2018. Citilink sendiri menyiapkan 86.400 kursi tambahan. Total penambahan penerbangan yang disiapkan Citilink tahun ini 480 kali hanya untuk rute potensial. Di antaranya, Jakarta-Solo, Jakarta-Semarang, Jakarta-Jogja, Jakarta-Denpasar, dan Jogja-Kualanamu.
Kementerian Perhubungan juga memelototi harga tiket. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji menindak tegas maskapai yang menjual tiket melebihi tarif batas atas yang telah ditentukan. Tindakan yang diambil berupa peringatan hingga penutupan rute.
"Untuk harga tiket sebenarnya tidak ada airline yang menaikkan secara langsung. Yang terjadi adalah vendor atau paket-paket wisata menjual dengan cara menambahkan biaya-biaya tertentu," ujar Budi di Bandara Halim Perdanakusuma kemarin.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan meminta penumpang lebih teliti. Beberapa hal yang perlu diteliti, antara lain, adalah jenis-jenis biaya yang dibebankan. Juga, jenis penerbangannya, apakah langsung atau transit.
Menhub menyampaikan bahwa saat ini maskapai-maskapai telah meminta revisi kebijakan tarif batas atas dan batas bawah. Hal itu, salah satunya, disebabkan kenaikan harga avtur.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
