
Panen perdana buah kurma jenis Barhi di halaman masjid Alfalah Darul Muttaqin Pekanbaru, Riau, pada Jumat (25/5).
JawaPos.com - Masjid Alfalah Darul Muttaqin Pekanbaru, Riau, melakukan panen perdana buah kurma yang ditanam di halaman masjid yang terletak di Jalan Sumatera tersebut pada Jumat (25/5) siang. Panen buah ini dilakukan ustad kondang Indonesia, Ustad Mustafa Umar.
Menurut Ustad Mustafa Umar, panen buah kurma jenis Barhi ini membuktikan bahwa buah kurma yang berasal dari Timur Tengah bisa tumbuh subur di Riau yang sebagian besar adalah lahan gambut. Juga sekaligus mematahkan anggapan kalau pohon kurma yang ditanam di sini tidak dapat menghasilkan buah.
"Panen kurma perdana yang kita tanam beberapa tahun lalu. Banyak orang yang bertanya mungkin gak kurma itu akan berbuah disini, karena belum ada yang kita jumpai kurma yang berbuah apabila ditanam untuk diambil buahnya," ujarnya, usai memanen buah kurma yang masih berwarna kuning tersebut.
Di depan halaman masjid ini, ada delapan batang pohon kurma yang ditanam. Namun dari jumlah tersebut, baru satu pohon yang buahnya dapat dipanen. Pohon-pohon ini, mendapatkan perawatan dari tim ahli. Bahkan, pengurus masjid secara khusus pernah mendatangkan salah seorang ahli tanaman berasal dari Thailand, supaya pohon kurma yang ditanam bisa berbuah.
"Beberapa tahun ini kita jaga dan pelihara dengan baik. Ada tim ahli yang mengetahui bagaimana menjaga dan memelihara kurma ini. Alhamdulillah hasilnya berbuah dan kita lihat di setiap tandannya banyak, karena bukan kebetulan dia berbuah tapi memang benar-benar hasil jerih payah," tuturnya.
Dengan dipanennya buah kurma yang merupakan salah satu jenis kurma terbaik dan sangat terkenal di dalam dan luar Arab Saudi ini, Ustad Mustafa Umar optimis bahwa kedepannya masyarakat dan pemerintah Riau bisa mengubah lahan yang semula ditanami sawit menjadi kurma.
"Ini sebagai isyarat bagaimana Allah menghendaki suatu saat nanti boleh jadi di Riau ini ada ladang kurma yang memberikan kontribusi untuk negeri ini. Karena satu batang kurma nilainya sama dengan 100 batang sawit. Bahkan boleh jadi Riau pengekspor sawit," sebutnya.
Usai dipanen, buah kurma itu langsung dibagi-bagikan kepada para jamaah yang baru saja selesai melaksanakan salat Jumat. Banyak jamaah yang sangat antusias menyaksikan panen buah kurma yang pertama kali dilakukan oleh masjid ini.
Bahkan, beberapa jamaah yang menerima buah kurma ini ikut berpartisipasi untuk perawatan kurma kedepannya dengan memberikan infak ke masjid.
"Ini kan Sunnah nabi. Jadi kita sebagai hamba Allah dan umat nabi Muhammad. Jadi saya berusaha mendapatkan setangkai kurma, sambil berinfak ke masjid Alfalah," kata salah seorang jamaah bernama Sukri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
