Ilustrasi minum air di dalam mobil. (freepik)
JawaPos.com - Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang sangat manfaat dan penuh berkah. Namun, perubahan pola makan dan minum dari subuh hingga maghrib membuat tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi.
Kekurangan cairan saat puasa bisa berdampak pada konsentrasi, stamina, hingga kesehatan fisik.Maka dari itu, penting mengenali tanda tubuh kekurangan cairan saat puasa.
Dengan mengenali tanda tubuh kekurangan cairan saat puasa, Anda bisa segera mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.
Berikut 6 tanda tubuh kekurangan cairan saat berpuasa yang perlu diwaspadai.
Salah satu tanda paling umum adalah mulut terasa kering dan bibir pecah-pecah. Kondisi ini terjadi karena produksi air liur berkurang akibat asupan cairan yang terbatas. Jika dibiarkan, mulut kering juga bisa memicu bau napas tak sedap.
Cara mengatasinya adalah memastikan kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka tercukupi dengan menerapkan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur). Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan.
Warna urine dapat menjadi indikator sederhana kondisi hidrasi tubuh. Jika urine berwarna kuning gelap atau pekat, itu menandakan tubuh sedang kekurangan cairan.
Cara mengatasinya, memperbanyak minum air putih setelah berbuka dan konsumsi buah yang memiliki kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan jeruk. Pastikan tidak menunda minum hingga mendekati waktu tidur saja.
Kekurangan cairan dapat menyebabkan volume darah menurun sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh jadi tidak optimal. Akibatnya, tubuh bakal terasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
Cara mengatasinya, selain minum cukup air setelah berbuka puasa, sebaiknya juga konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein agar energi bertahan lebih lama.
Dehidrasi ringan hingga sedang sering ditandai dengan sakit kepala. Kondisi ini terjadi karena penyusutan cairan dalam tubuh memengaruhi fungsi otak dan aliran darah.
Cara mengatasinya, istirahat sejenak di tempat yang sejuk, kurangi aktivitas berat di siang hari, dan segera cukupi kebutuhan cairan ketika waktu berbuka tiba.
Kulit juga bisa menjadi indikator kekurangan cairan. Jika kulit terasa lebih kering dan kurang elastis dari biasanya, kemungkinan tubuh sedang mengalami dehidrasi.
Cara mengatasinya, selain minum cukup air, sebaiknya gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit dari luar. Konsumsi sayur dan buah segar juga membantu menjaga hidrasi alami tubuh.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
