Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 02.52 WIB

Apakah Sah Sholat Tahajud Tanpa Tidur Dulu? Ini Penjelasan Para Ulama dan Hadits

Ilustrasi sholat tahajud (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bulan suci Ramadhan menjadi momen yang istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sebanyak-banyaknya. Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah sholat sunnah pada malam hari, termasuk sholat tahajud.

Namun, seringkali muncul pertanyaan apakah sah melaksanakan sholat tahajud jika seseorang belum tidur sama sekali? Berikut ini penjelasan lengkapnya dilansir dari laman Kemenag dan Islam NU pada Selasa (25/3).

Tahajud merupakan shalat sunnah yang dilakukan di malam hari setelah seseorang terbangun dari tidurnya, meskipun hanya tidur sebentar. Maka, jika seseorang melaksanakan shalat malam tetapi belum tidur sebelumnya, maka shalat tersebut tidak termasuk dalam kategori shalat tahajud.

Pendapat ini diperkuat oleh Imam Romli dalam kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj, di mana beliau menjelaskan bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah tidur, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:

وَيُسَنُّ (التَّهَجُّدُ) بِالْإِجْمَاعِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى {وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ} [الإسراء: ٧٩] وَلِمُوَاظَبَتِهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهُوَ التَّنَفُّلُ لَيْلًا بَعْدَ نَوْمٍ

"Shalat tahajud disunnahkan dengan kesepakatan ulama berdasarkan firman Allah Ta'ala: Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu." (QS. Al-Isra': 79).

Riwayat Imam An-Nasa'i menjelaskan, Nabi Muhammad SAW apabila terbangun di tengah malam, akan melakukan shalat tahajud:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ 

Artinya: "Bahwa Nabi Muhammad SAW apabila terbangun di tengah malam, maka beliau akan mendirikan shalat tahajud." (HR An-Nasa'i). 

Dengan pendapat yang sama, Syekh Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar Al-Bujairomi menyebutkan:

وَتَهَجُّدٌ - أَيْ: تَنَفُّلٌ بِلَيْلٍ بَعْدَ نَوْمٍ

"Dan sunnah melaksanakan shalat tahajud, yaitu shalat sunnah setelah tidur."

قَوْلُهُ: (بَعْدَ نَوْمٍ) وَلَوْ يَسِيرًا، وَلَوْ كَانَ النَّوْمُ قَبْلَ فِعْلِ الْعِشَاءِ، لَكِنْ لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ التَّهَجُّدُ بَعْدَ فِعْلِ الْعِشَاءِ، حَتَّى يُسَمَّى بِذَلِكَ وَهَذَا هُوَ الْمُعْتَمَدُ

Penjelasan kalimat [setelah tidur]: walaupun tidur sebentar dan tidurnya dilakukan sebelum shalat Isya, tapi shalat tahajud tetap dilakukan setelah shalat Isya. Oleh sebab itu shalat ini disebut shalat tahajud (tahajud: tidur di waktu malam) dan inilah pendapat yang mu'tamad [kuat]. (Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar Al-Bujairomi, Hasyiyatul Bujairomi ala Syarhil Minhaj, [Mesir, Mustafa al-Babi al-Halabi: 1345 H] juz 1, halaman 286).

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore