
Masjid Cut Meutia, menyisakan nuansa kolonial yang masih bisa dirasakan sampai saat ini. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com – Mumpung bulan Ramadhan, kita akan membahas masjid-masjid yang ada di Jakarta. Masjid di Jakarta sendiri berjumlah ribuan. Mengutip laman Satu Data Kementerian Agama (Kemenag), jumlah masjid di Jakarta terakhir pada tahun 2023 adalah 3.824 masjid.
Bayangkan, ada begitu banyak masjid di Jakarta yang bisa bebas dipilih untuk sarana beribadah di sisa bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari.
Dari ribuan masjid yang ada di Jakarta, ada beberapa yang merupakan peninggalan sejarah dan ikonik. Perannya bisa dibilang cukup vital dalam sejarah peradaban Islam di Batavia saat itu, saat era kolonialisme sampai pada awal tahun 1970-an.
Kita Akan mengulas tiga masjid ikonik yang punya sejarah menarik di Jakarta. Pertama adalah Masjid Amir Hamzah, yang terselip di kawasan Pusat Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM).
Sedangkan dua lainnya merupakan peninggalan era kolonial. Yakni Masjid Cut Meutia dan Masjid Sunda Kelapa di Menteng.
Nama masjid Amir Hamzah memang kurang terdengar gaungnya di antara masjid-masjid lainnya yang ada di Jakarta.
Namun saat ditelusuri lebih lanjut, ternyata masjid tersebut merupakan masjid yang cukup bersejarah. Karena menjadi salah satu tempat lahirnya para pemikir-pemikir terkemuka di Indonesia yang akhirnya ambil bagian dalam memimpin negara.
Sejarawan Indonesia, JJ Rizal saat ditemui JawaPos.com saat Napak Tilas Jejak Ikonik Nusantara menerangkan, dalam rancangan awal pembangunan kawasan TIM sampai saat diresmikan pada 10 November 1968, masjid tidak ada di dalam pusat aktivitas kesenian di Jakarta.
Namun, sholat Jumat selalu berjalan di dalamnya dengan menggunakan ruang Teater Baru. Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin, suka berkunjung secara mendadak di TIM dan kadang ikut ibadah Jumat di ruang teater.
"Dalam salah satu kesempatan itu, saat K.H. Mukhlas Rowi memberi khotbah, ia mengkritik kompleks bangunan TIM yang besar dan penting tetapi tidak memiliki masjid. Bang Ali yang terkenal galak bukan marah, tetapi sebagai pejabat gubernur justru berterima kasih telah diingatkan khatib. Setelah kelar sembahvang Jumat, itu bang Ali menyetujui usulan TIM mempunyai masjid," JJ Rizal membuka cerita sejarahnya.
Kemudian, Ali Sadikin memerintahkan Arsitek Ajip Rosidi sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) segera membuat rencananya sekaligus anggaran yang diperlukan.
Ajip pergi ke Bandung menemui Ahmad Noe'man. Pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dipilih karena terkenal dipuji Presiden Sukarno yang juga seorang arsitek.
Sukarno memuji desain masjid ITB yang dibawa Noe'man ke hadapannya di Istana kepresidenan Jakarta pada 1964.
Bahkan ia memberikan nama masjid itu, Salman untuk mengenang Salman al-Farisi, sahabat Nabi Muhammad SAW yang teknokrat Persia perancang pembangunan kanal dalam Perang Khandaq.
Hal menarik dari pertemuan dua arsitek di Istana Presiden itu adalah, saat diskusi Sukarno bertanya mengapa tidak pakai kubah?

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
