Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 02.30 WIB

Bolehkan Sahur dan Berbuka Puasa dengan Makanan yang Banyak dan Mewah? Ini Penjelasan Menurut Islam

Ilustrasi berbuka puasa (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Sahur dan berbuka adalah dua momen penting dalam ibadah puasa. Namun, muncul pertanyaan bolehkah seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan saat sahur dan berbuka?

Allah SWT berfirman:

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

"Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan." (QS Al-A'rāf [7]: 31)

Ustaz Khalid Basalamah dalam YouTube Khalid Basalamah Official menjelaskan, salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW yang sering terlupakan adalah mengontrol asupan makanan dan minuman saat sahur dan berbuka. Rasulullah SAW telah memberikan contoh mengenai apa yang beliau konsumsi ketika berbuka puasa.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, disebutkan:

كان رسول اللهِ صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبًات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبًات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء

"Biasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat. Jika beliau tidak punya ruthab, maka dengan tamr (kurma kering), jika beliau tidak punya tamr, maka dengan beberapa teguk air." (HR. Abu Daud No. 2356)

Setelah mengonsumsi kurma dan minum beberapa teguk air, Rasulullah SAW melaksanakan shalat Maghrib terlebih dahulu. Dengan demikian, perut sudah siap menerima makanan yang lebih berat setelahnya.

Begitu pula saat sahur, Rasulullah SAW bersabda:

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

"Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah tamr (kurma kering)." (HR. Abu Daud No. 2345)

Berbuka puasa seharusnya tidak dijadikan ajang untuk 'balas dendam'. Meskipun kita telah beraktivitas seharian saat berpuasa, bukan berarti kita boleh mengikuti hawa nafsu dengan makan dan minum secara berlebihan saat berbuka.

Hal tersebut bertentangan dengan tujuan utama puasa, yaitu menahan diri. Puasa mengajarkan kita untuk mengontrol asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore