Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 23.03 WIB

Sholat Tawarih Lebih Utama 11 Atau 23 Rakaat? Begini Jawaban Ustadz Khalid Basalamah

Sholat Tarawih Berjamaah (Pexels) - Image

Sholat Tarawih Berjamaah (Pexels)

JawaPos.com – Selama bulan suci Ramadhan berlangsung, umat Muslim tidak hanya menjalankan puasa, tetapi juga mendirikan sholat tarawih. Ibadah ini dilakukan usai melaksanakan sholat Isya.

Anjuran sholat tarawih pun tertuang pada sabda Rasulullah SAW dalam HR Bukhari, Muslim. Mengutip dari laman sulut.kemenag.go.id, hadits tersebut berbunyi  “Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau”.

Meskipun umat Muslim sepakat dengan sunnah Nabi Muhammad untuk melaksanakan ibadah satu ini, namun dalam pelaksanaannya sedikit berbeda. Ada yang mendirikan shalat sebanyak 11 rakaat ada juga yang lebih banyak yakni 23 rakaat.

Adapun 11 rakaat sendiri terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 3 witir. Begitu juga 23 rakaat melaksanakan tarawih sebanyak 20 rakaat dan sisanya adalah sholat witir.

Namun, dari keduanya, manakah yang lebih utama untuk dikerjakan? Perhatikan jawaban dari Ustadz Khalid Basalamah yang dikutip dari YouTube Starship Live.

Sholat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat

Ustadz Khalid Basalamah mengatakan bahwa ada dua hal yang perlu ditekankan dalam mendirikan sholat tarawih. Pertama adalah iman kepada Allah SWT dan Ihtisab.

Dengan keimanan, seseorang harus yakin bahwa mengerjakan sholat ini atas dasar perintah Allah bukan karena urusan dunia. Kemudian, ihtisab berarti mengharapkan pahala dari Sang Pencipta.

Perihal rakaat, Ustadz Khalid Basalamah menegaskan bahwa tidak ada permasalahan antara 11 maupun 23 rakaat. Keduanya boleh dikerjakan oleh umat Muslim.

Anjuran 11 rakaat menurut sang ustadz berasal dari Hadits Bukhari, dimana Aisyah berkata bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat.

“Pendapat pertama mengatakan kalau sudah tarawih berarti tidak lagi tahajud,” kata Ustadz Khalid melanjutkan penjelasannya, dikutip pada Kamis (6/3).

Di sisi lain, ada pendapat kedua yang mengatakan sholat tarawih boleh melebihi 11 rakaat. Pendapat ini berangkat dari hadits shahih Bukhari yaitu shalat malam dikerjakan dua rakaat tanpa ada batasnya.

Hadits ini kemudian dipahami baik-baik oleh salah satu sahabat Nabi Muhammad sehingga muncul lah sholat tarawih melebihi 11 rakaat.

“Umar bin Khattab memahami benar hadits ini, sampai akhirnya beliau mengerjakan sampai 23 rakaat,” ujar Ustadz Khalid Basalamah.

Umar pada saat itu mengerjakannya secara berjamaah dan terjadi Ijma atau kesepakatan bersama para sahabat Nabi. Tidak ada satupun yang memungkiri perilaku Umar bin Khattab terkait sholat tarawih 23 rakaat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore