
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bulan Ramadhan sebagai waktu yang paling penting dan suci dalam tahun Islam. Bulan suci ini menandai periode puasa, refleksi, dan pengabdian kepada Allah SWT. Selama bulan kesembilan tahun Hijriyah umat Muslim di seluruh dunia menahan diri dari makan dan minum antara matahari terbit dan terbenam, menggunakan waktu ini untuk membaca Al-Qur’an dan memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT.
Berikut penjelasan terkait asal-usul, makna hingga pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan, seperti dilansir dari laman Muslim Aid dan Kemenag.
1. Asal-usul bulan Ramadhan
Sesuai dengan kronologi turunnya wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW. Mereka yang meyakini bahwa wahyu tersebut turun selama dua dekade berpendapat bahwa Sawm dan dengan demikian Ramadan, diresmikan sekitar tahun 622 M.t
Saat itu Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya berada di Madinah, di mana iklim yang panas memengaruhi istilah ‘Ramadhan', yang memiliki arti ‘panas yang membakar.’ Aspek historis Ramadan ini memberikan latar belakang yang bermakna bagi perayaannya.
2. Ajaran dan makna bulan Ramadhan
Ramadan merupakan salah satu rukun Islam keempat, yaitu puasa, dimana mendorong umat Muslim untuk mempraktikkan pengendalian diri, rasa syukur, dan kasih sayang.
Melalui ajaran-ajaran ini, umat Muslim memperingati sejarah Ramadan dan pentingnya puasa Ramadan dengan menahan diri dari makan dan minum di siang hari.
Bulan ini mengingatkan mereka tentang nilai disiplin diri, alasan utama mengapa Ramadan memiliki tempat dalam sejarah.
3. Ibadah pada bulan Ramadhan
Meskipun Ramadan merupakan bagian penting dari praktik Islam, ada pengecualian bagi mereka yang tidak dapat berpuasa karena alasan kesehatan atau usia.
Orang-orang yang tidak dapat melakukan puasa diharuskan membayar Fidyah sebagai gantinya. Selain itu, semua Muslim didorong untuk membayar Zakat dan Fitrana, suatu tindakan yang berakar pada praktik awal Ramadan.
4. Adat dan perayaan
Secara tradisional, umat Islam berbuka puasa dengan kurma, sebuah kebiasaan yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW. Isyarat ini bersifat simbolis, yang menghubungkan ketaatan modern dengan praktik aslinya, yang selanjutnya menekankan signifikansi historis Ramadan.
5. Tujuan umat manusia melakukan puasa Ramadhan

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
