
Para agen bus Terminal Kalideres mulai dipadati para pemudik, Jumat (8/6).
JawaPos.com - Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (8/6) siang, sudah memberangkatkan 96 bus. Perkiraannya sampai 24 jam nanti, Terminal Kalideres akan memberangkatkan 250 bus.
Namun, terkait hal tersebut harga tiket keberangkatan pun sudah mulai naik. Baik dari antarkota maupun antarprovinsi, para agen bus telah menyatakan menaikkan harga tarifnya menjelang H-7 Lebaran.
Salah satunya, pemilik agen bus PO Lorena, Marto, 36, telah menaikkan harga tiketnya 100 persen. Namun kenaikan memang telah dicicil olehnya mulai dari 30 persen, 50 persen, 70 persen, sampai 100 persen pada hari ini.
"Kenaikannya karena dari daerah kosongan soalnya bawa penumpang dari Jakarta ke daerah doang jadi biaya ditanggung dari sini jadi biaya bisa 2 kali lipat. Misalnya saja Surabaya Rp 290 ribu sekarang Rp 560 ribu," ujar Marto kepada JawaPos.com di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (8/6).
Marto menyediakan perjalanan bus ke Pulau Sumatera dan Jawa. Namun, dirinya melihat tiket yang paling laris saat ini adalah perjalanan ke Jawa Timur dan Sumatera.
"Kalau sehari itu Jawa timur, Malang, Denpasar, Banyuwangi, Madura, Surabaya 6 bus. Padang, Pekanbaru 10 bus. Terus Yogyakarta, Purwekorto 12 bus cuma satu jalur. Rata-rata 36 unit bus kita berangkatkan satu hari," tuturnya.
Berbeda dengan Marto, pemilik agen bus Minangala Express, Anshori, 52, mengatakan kenaikan signifikan harga tiket memang dimulai hari ini. Namun, kenaikan secara bertahap sudah mulai dilakukannya pada awal Juni 2018.
"Mulai hari ini memang ada kenaikan tapi kita mulai naikin sedikit-sedikit dari beberapa hari yang lalu agar tidak kaget juga. Kenaikan dari kita Rp 50-60 lah," terang Anshori.
Menurutnya kenaikan ini karena situasi dan kondisi Lebaran yang membuat ledakan penumpang. Sehingga, bus yang tersedia pun terbatas dan terpaksa harus menaikkan harga, dirinya pun mematok harga tiket Rp 300 ribu - Rp 350 ribu.
"Pokoknya H-7 dan H+7 pasti naik harga, dari sini penuh pulang dari sana kosong. Kita sediakan 2 jurusan ke Palembang dan Kombrin itu satu arah tapi beda jalur," terangnya.
Dari segi keuntungan, Anshori pun mengaku mengalami penurunan, dia memperkirakan adanya faktor ekonomi sehingga para pemudik tidak bisa pulang ke kampung halamannya. Namun, dirinya bersyukur untuk jalur arah Palembang busnya selalu menjadi pilihan para pemudik.
"Pilihan transportasi lain, untuk jalur kita enggak, tapi mungkin Jawa pengaruhnya banyak. Kenaikan penumpang kita prediksi 11-13 Juni 2018, itu mulai banyak kalau sekarang belum terlalu," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
