Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 April 2024 | 13.22 WIB

Hidupkan Budaya dan Perkuat Syiar Agama, Kemenag Gelar Kirab Takbir

Kirab Takbir Direktorat Penerangan Islam Kemenag menyemarakkan malam takbir Lebaran 2024 di Jakarta (9/4) malam. Hilmi/Jawa Pos - Image

Kirab Takbir Direktorat Penerangan Islam Kemenag menyemarakkan malam takbir Lebaran 2024 di Jakarta (9/4) malam. Hilmi/Jawa Pos

JawaPos.com - Ribuan masyarakat Jakarta tumpah ruah meramaikan kegiatan Kirab Takbir Syiar Budaya Islam di Masjid Istiqlal pada Selasa (9/4) malam. Kegiatan tersebut dijalankan untuk menghidupkan budaya atau tradisi. Serta memperkuat syiar agama Islam di Indonesia. 

Kegiatan Kirab Takbir Syiar Budaya Islam itu, digelar oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag. Kirab Takbir tersebut, terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Diantaranya adalah santunan anak yatim dan dhuafa, rampak beduk, pawai obor, penampilan hadrah dan makan gratis bagi pengunjung Masjid Istiqlal. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Menparekraf Sandiaga Uno, beberapa Duta Besar Negara sahabat, Baznas, dan lainnya. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi mengatakan, kegiatan Kirab Takbir itu baru pertama kali digelar.

"Acara ini bertujuan untuk menghidupkan tradisi lama," katanya. Sehingga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat syiar Islam yang akomodatif dan akrab dengan budaya lokal. Dia menjelaskan Kemenag hendak menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam menyatukan antara nilai-nilai keagamaan dengan kekayaan budaya bangsa. 

Zayadi menjelaskan, pawai obor itu merupakan bagian dari tradisi kirab takbir. Acara itu tidak hanya menjadi perwujudan semangat kemenangan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tetapi juga mengandung pesan-pesan kebersamaan, persaudaraan, dan keberagaman yang menjadi bagian integral dari ajaran Islam.

Lebih lanjut Zayadi menyatakan, kegiatan Kirab Takbir itu adalah bagian dari upaya kementerian untuk memperkuat pemahaman bahwa Islam tidaklah bertentangan dengan budaya lokal. Lebih dari itu, merupakan ajaran yang merangkul dan menghormati keberagaman budaya yang ada. 

"Kami ingin menyampaikan pesan bahwa Islam adalah agama yang akomodatif dan menghargai budaya setempat," jelasnya. Melalui Kirab Takbir Syiar Budaya Islam itu, diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkokoh harmoni antara keagamaan dan keberagaman budaya di Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama Kepala Sub Direktorat Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam Wida Sukmawati menambahkan bahwa kegiatan Kirab Takbir ini merupakan ikhtiar untuk melestarikan budaya lokal di tengah gempuran kemajuan teknologi informasi. "Di era digital ini, kami berkomitmen untuk senantiasa melestarikan seni dan budaya lokal," tuturnya.

Dengan spirit moderasi beragama, Kemenag berharap kearifan lokal seperti Kirab Takbir ini dapat menggugah masyarakat agar tidak lupa dengan nilai-nilai kebudayaannya. Ia juga mengajak kepada kaum muslim di berbagai daerah agar menghidupkan malam takbir Idul Fitri tahun ini dengan cara-cara yang baik. Sehingga makna malam istimewa tersebut membuahkan berkah yang melimpah.

“Di malam yang mustajab ini, mari mengagungkan nama Allah dengan cara-cara baik," kata dia. Dia berdoa semoga Kirab Takbir Syiar Budaya Islam ini menjadi washilah keberkahan bagi bangsa dan negara Indonesia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore