Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 April 2024 | 20.07 WIB

Jadi Perjalanan Ruhiyah, Jangan Lupa Kewajiban Sholat Lima Waktu saat Mudik

Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum (rompi orange) memberikan arahan kepada peserta mudik gratis Baznas di Jakarta, Minggu (7/4). - Image

Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum (rompi orange) memberikan arahan kepada peserta mudik gratis Baznas di Jakarta, Minggu (7/4).

JawaPos.com - Gelombang arus mudik dalam rangka Lebaran 2024 masih terus berlangsung. Jutaan umat Islam dari Jakarta dan sekitarnya berbondong-bondong mudik ke kampung halaman. Para pemudik diingatkan tidak melupakan kewajiban sholat lima waktu selama perjalanan.

Imbauan itu disampaikan Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum saat melepas mudik gratis di kantor Baznas pada Minggu (7/4). Menurut dia, mudik tidak hanya perjalanan fisik menuju kampung halaman. Tetapi juga sebuah perjalanan ruhiyah. Jadi aspek ibadah, apalagi yang wajib seperti salat lima waktu tidak boleh ditinggalkan.

Mahdum berpesan beberapa hal kepada para pemudik dan supir bus. Di antaranya adalah menjaga kesehatan selama perjalanan. Pemudik yang kurang sehat, bisa tidak berpuasan dulu.

"Kewajiban sholat tolong saling mengingatkan. Sholat jangan dinomorduakan," katanya di hadapan peserta mudik yang berprofesi sebagai marbot serta guru ngaji itu. Mahdum mengatakan jika ada kesempatan mampir di rest area, pemudik bisa menyempatkan waktu untuk menunaikan sholat.

Pemudik bisa menjamak sholat supaya memudahkan. "Meskipun tidak berhenti (di rest area), pemudik bisa salat di dalam bus," katanya. Tata cara sholat dalam kendaraan bisa dipelajari sendiri-sendiri dengan mudah. Begitu juga ketika tidak ada air untuk wudhu, pemudik bisa bertayamum.

Mahdum mengatakan ketika sudah sampai di kampung halaman, ibadah ketika di Jakarta terus dilanjutkan. Misalnya mengaji atau lainnya. Dia juga berpesan untuk saling memaafkan dan minta doa kepada orang tua. "Jika orang tuanya sudah wafat, doakan dan datang ke makamnya," tuturnya.

Para peserta mudik juga diingatkan jika belum bayar zakat fitrah. Sebab zakat fitrah wajib bagi setiap muslim yang hidup sampai dengan lebaran tiba. Dia berharap ketika nanti kembali ke Jakarta, para pemudik ini membawa energi dan semangat yang positif.

Lalu kepada para sopir, Mahdum mengingat supaya berkendara dengan tertib dan mengutamakan keselamatan. "Patuhi rambu-rambu dan aturan lalu lintas," katanya.

Jika terasa capek, sebaiknya istirahat dahulu. Total peserta mudi gratis itu adalah 552 orang marbot dan guru ngaji beserta keluarganya. Tujuan akhirnya ada dua rute, yaitu Solo dan Jogjakarta. Mereka juga dibekali bingkisan Paket Ramadan Bahagia. Harapan bisa berbagi dengan keluarga saat lebaran nanti.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore