
tradisi selikuran di Surakarta./surakarta.go.id
JawaPos.com – Malam mulia lailatul qadar banyak ditunggu di bulan Ramadhan. Pada 10 malam terakhir, umat Muslim pasti berjuang untuk mendapatkan keberkahan ini.
Banyak amalan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan malam ini. Selain memperbanyak shalat dan zikir, itikaf di masjid juga menjadi salah satu ibadah khusus.
Akan tetapi, selain ibadah kepada Allah swt, ada tradisi lain yang dilakukan dalam menyambut lailatul qadar. Tradisi ini beragam di berbagai tempat di Indonesia.
Dilansir dari suaramahasiswa.info, setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas yang unik di bulan Ramadhan. Demikian halnya ketika menyambut malam mulia lailatul qadar.
1. Selikuran
Salah satu tradisi yang khas dari Jawa Tengah adalah “selikuran” atau kerap juga disebut malam selikuran.
Tradisi ini banyak ditemui di daerah Surakarta. Selikur dalam bahasa Jawa artinya dua puluh satu. Maka, tradisi ini dilakukan mulai malam ke-21 Ramadhan.
Melansir situs Pemkot Surakarta, hal ini sesuai dengan keyakinan kebanyakan orang bahwa lailatul qadar akan turun pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.
Pada malam selikuran, Raja Surakarta biasa mengarak tumpeng diiringi lampu. Selanjutnya beliau akan berdoa di Masjid Agung, dilanjutkan membawa tumpeng ke masjid untuk dinikmati bersama.
Tumpeng tersebut bernama “tumpeng sewu” karena berjumlah seribu. Maknanya adalah malam seribu bulan yang sedang diharapkan pahalanya.
2. Nujuh Likur
Lain halnya di daerah Sumatera, malam lailatul qadar disambut dengan tradisi bernama “nujuh likur.” Tradisi ini banyak dijumpai di Provinsi Bengkulu.
Pada tradisi ini, masyarakat akan berkeliling dari satu rumah ke rumah lain, membawa penerangan dan menyantap makanan yang sudah disediakan.
Tujuan utamanya adalah agar tuan rumah yang membagikan rezekinya mendapat keberkahan. Acara diakhiri dengan doa bersama.
Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu. Pada saat itu, penerangan ditempatkan di sekitar masjid dan sudut-sudut rumah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
