Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 April 2024 | 20.26 WIB

Tips Jaga Kebugaran di Bulan Ramadhan dari Dokter Zafar Iqbal, Head of Sports Medicine Crystal Palace

TIPS RAMADHAN: Dokter Zafar Iqbal, Head of Sports Medicine Crystal Palace menjelaskan bagaimana Crystal Palace bertanggung jawab terhadap kebugaran pemain mereka di bulan Ramadhan. (Crystal Palace) - Image

TIPS RAMADHAN: Dokter Zafar Iqbal, Head of Sports Medicine Crystal Palace menjelaskan bagaimana Crystal Palace bertanggung jawab terhadap kebugaran pemain mereka di bulan Ramadhan. (Crystal Palace)

JawaPos.com — Bulan suci Ramadhan, saat di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa, adalah momen yang ditunggu-tunggu. Namun, bagi para penggemar, staf, dan pemain Crystal Palace, tantangan kesehatan khusus menghadang.

Puasa selama Ramadhan bukanlah perkara mudah, terutama bagi para pemain sepak bola elit seperti yang bermain di Liga Premier Inggris. Dokter Zafar Iqbal, Kepala Kedokteran Olahraga Crystal Palace, memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana para pendukung dapat tetap sehat selama Ramadhan serta memberikan gambaran menarik tentang kehidupan seorang pemain sepak bola di level tertinggi ketika berpuasa.

Menariknya, ada bukti yang menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan respons imun dan mengurangi insiden infeksi virus dan bakteri.

Bagi yang berpuasa selama Ramadhan, menjaga kesehatan fisik yang baik membutuhkan pemikiran dan persiapan tambahan.

Puasa sulit karena tubuh harus beradaptasi dengan tidak menerima makanan dan cairan sepanjang hari, mulai dari sebelum fajar hingga matahari terbenam. Dehidrasi menjadi masalah terbesar yang menyebabkan kelelahan dan memperlambat banyak fungsi organ.

Tidak mendapatkan asupan energi yang cepat dan sering selama hari berarti tubuh harus mengandalkan cadangan dan mengubah cara kerjanya.

Disarankan untuk berolahraga pada waktu yang meminimalkan kerugian dalam kebugaran atau kekuatan, dengan waktu yang ideal adalah sekitar tengah malam. Dengan menunggu beberapa jam setelah makan, Anda akan memungkinkan tubuh Anda mencerna makanan, membersihkan lambung, dan mengarahkan darah ke otot-otot yang sedang berolahraga.

Pada tengah malam, Anda juga memiliki waktu untuk mengonsumsi cairan dan glukosa yang cukup untuk memungkinkan Anda mengisi kembali cadangan glikogen otot setelah berolahraga.

Jika khawatir tentang apa yang harus dimakan selama Ramadhan, saya akan menyarankan diet berikut:

Sebelum matahari terbenam:

Sedikit karbohidrat cepat (misalnya: kurma, buah, smoothie, dan pasta)

Shake protein whey akan membantu regenerasi dan pemulihan otot

Hindari makanan besar pada tahap ini, atau tubuh akan masuk ke mode 'penyimpanan'

Sebelum matahari terbit:

Fokus pada karbohidrat yang melepaskan energi secara perlahan (misalnya: sayuran non-pati seperti bayam dan kale; kentang manis, pasta, kacang, buah, oatmeal, dan bubur) yang dikombinasikan dengan makanan yang akan melepaskan energi dalam jangka waktu pendek hingga menengah

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore