
DI TEPI JALAN RAYA: Sejumlah pengunjung menikmati suasana senja di Pantai Pasir Putih, Situbondo (6/3).
Letaknya yang di tepi jalan raya mengarah ke Banyuwangi–Bali membuat Pantai Pasir Putih gampang diakses untuk tempat beristirahat. Tidak terlalu ramai pengunjung saat periode mudik, tapi membeludak ketika Lebaran.
AHMAD REZATRIYA BELANI, Situbondo
---
SEPOI angin dari arah laut membuat mata Wahyu Wijaya memberat. Seraya tiduran di gazebo, dia mencoba mencuri-curi tidur di antara reriungan keluarga.
”Anginnya lumayan bikin ngantuk. Apalagi suara ombaknya, jadinya ya tidur sebentar,” ujar Wahyu yang pada Rabu (6/3) siang tiga pekan lalu itu tengah berpiknik ke Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur.
Pasir Putih termasuk destinasi wisata lawas di Jawa Timur. Sebelum banyak pantai lain ”dijual” oleh masing-masing daerah sebagai jujukan, Pasir Putih kerap jadi sasaran wisata rombongan, entah keluarga besar atau tempat kerja.
Lokasinya yang persis di tepi jalan raya yang mengarah ke Banyuwangi dan Bali membuatnya gampang disinggahi. Dan, saat periode mudik, Pasir Putih juga bisa jadi salah satu alternatif rest area.
Beristirahat sekaligus berekreasi sebelum melanjutkan perjalanan. Apalagi jika sudah menempuh perjalanan berjam-jam dari Surabaya atau daerah yang lebih jauh lagi.
Selain pantai, hamparan Gunung Ringgit atau sering disebut warga sekitar sebagai Gunung Putri Tidur memanjakan mata yang sebelumnya telah lelah dihajar perjalanan. ”Sebenarnya kalau mau bagus pemandangan bisa naik perahu, cuma mahal,” ujar Wahyu yang berasal dari Bondowoso, Jawa Timur.
DAYA TAMPUNG: Sebuah mobil masuk area parkir Pasir Putih yang mampu menampung mobil pribadi dan bus.
Penginapan juga banyak tersedia. Tempat parkirnya pun luas yang bisa menampung kendaraan pribadi ataupun bus. ”Kami sengaja ke sini sebelum puasa. Karena kalau puasa agak sepi dan nggak banyak yang jual makanan,” ungkap Wahyu.
Untuk urusan perut, tidak perlu khawatir. Pantai Pasir Putih memiliki banyak pilihan warung makan, mulai seafood hingga sate.
Selain makanan, banyak juga stan penjual oleh-oleh, mulai baju hingga pernak-pernik aksesori. Salah satu yang jadi ciri khas dan bisa dijadikan buah tangan adalah ikan asin. ”Ada banyak yang jualan selain saya, ya warga sekitar sini,” ujar Wahid, salah seorang penjual ikan.
Wanita 57 tahun itu menjual dua jenis ikan yang diasinkan, yaitu layur dan tenggiri. ”Kalau layur 15 ribu (rupiah), kalau tenggiri harganya 30 ribu,” imbuhnya.
Momen Lebaran dan hari libur jadi salah satu hal yang ditunggu para pedagang di Pantai Pasir Putih ini. Menurut Wahid, saat hari biasa, terlebih sewaktu bulan puasa, pengunjung sedikit. Tapi, lain cerita saat Lebaran atau sehari-dua hari sesudahnya. Pengunjung biasanya membeludak.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
