Ilustrasi ramadhan. (Freepik)
JawaPos.com – Puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi seluruh umat islam. Bagi muslim yang tidak menjalankannya dan bukan termasuk golongan yang mendapatkan rukhshoh berdasarkan syariat, hukumnya dosa besar.
Seorang muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa tanpa adanya udzur, atau secara sengaja merupakan perbuatan dosa. Meskipun dibayar dengan seluruh puasa selama setahun pun tidak cukup. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari.
Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “barangsiapa yang berbuka (tidak berpuasa) sehari di bulan ramadan tanpa adanya alasan (udzur) ataupun sakit, maka seluruh puasa yang dilakukannya selama setahun tidak dapat menimpalinya (membayarnya).” (HR Bukhari).
Begitupun dengan perbuatan membatalkan puasa di pertengahan waktu, atau berbuka sebelum memasuki waktu berbuka. Bagi orang yang membatalkan puasanya dengan sengaja juga dihukumi dosa besar.
Membatalkan puasa dengan sengaja di pertengahan waktu di bulan Ramadan tanpa adanya udzur yang dibenarkan syariat, maka hal tersebut merupakan kesalahan atas hak dirinya sendiri juga hak orang-orang di sekitarnya.
Mengutip dari almanhaj.or.id apabila seorang muslim ingin melihat tingkat kesalahan atau dosa muslim lainnya ialah ketika dia merusak kesucian bulan Ramadan dengan membatalkan puasanya di pertengahan waktu secara sengaja.
Tidak hanya dianggap sebagai perbuatan dosa, berbuka sebelum waktunya di bulan Ramadan mendapatkan hukuman berat di akhirat. Orang yang membatalkan puasanya dengan sengaja digambarkan suatu saat akan di adzab dengan mengerikan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahlili Radiyallahu anhu, hukuman bagi orang yang membatalkan puasa di kemudian hari mereka akan bergelantungan pada kaki mereka seperti bergelantungannya binatang sembelihan.
Mereka akan bergelantung dengan kaki berada di atas dan kepala berada di bawah. Kemudian, mulut mereka akan dirobek hingga mengeluarkan darah dan terus mengalir darinya.
Baca Juga: Mencicipi Makanan Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan? Simak Penjelasan Fikih Terkait Hukumnya
Rasulullah Saw. bersabda, “ketika tengah tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal seraya berkata, ‘naiklah.’ Lalu kukatakan, ‘sesungguhnya aku tidak sanggup melakukannya.’ Selanjutnya, keduanya berkata, ‘kami akan memudahkan untukmu.’ Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung tiba-tiba ada suara yang keras sekali, maka kutanyakan ‘suara apa itu?’ Mereka menjawab, ‘itu adalah jeritan para penghuni Neraka.’ Kemudian dia membawaku berjalan dan ternyata aku sudah bersama orang-orang yang bergelantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan robekan itu mengalirkan dara.’ Aku berkata, ‘siapakah mereka itu?’ Dia menjawab, ‘mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktu berbuka.” (HR. An-Nasa’iy)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
