Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Maret 2024 | 01.00 WIB

Perhatikan! Inilah Hukuman Membatalkan Puasa Sebelum Masuk Waktu Berbuka

Ilustrasi ramadhan. (Freepik)

JawaPos.com Puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib bagi seluruh umat islam. Bagi muslim yang tidak menjalankannya dan bukan termasuk golongan yang mendapatkan rukhshoh berdasarkan syariat, hukumnya dosa besar.

Seorang muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa tanpa adanya udzur, atau secara sengaja merupakan perbuatan dosa. Meskipun dibayar dengan seluruh puasa selama setahun pun tidak cukup. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “barangsiapa yang berbuka (tidak berpuasa) sehari di bulan ramadan tanpa adanya alasan (udzur) ataupun sakit, maka seluruh puasa yang dilakukannya selama setahun tidak dapat menimpalinya (membayarnya).” (HR Bukhari).

Begitupun dengan perbuatan membatalkan puasa di pertengahan waktu, atau berbuka sebelum memasuki waktu berbuka. Bagi orang yang membatalkan puasanya dengan sengaja juga dihukumi dosa besar.

Membatalkan puasa dengan sengaja di pertengahan waktu di bulan Ramadan tanpa adanya udzur yang dibenarkan syariat, maka hal tersebut merupakan kesalahan atas hak dirinya sendiri juga hak orang-orang di sekitarnya.

Mengutip dari almanhaj.or.id apabila seorang muslim ingin melihat tingkat kesalahan atau dosa muslim lainnya ialah ketika dia merusak kesucian bulan Ramadan dengan membatalkan puasanya di pertengahan waktu secara sengaja.

Tidak hanya dianggap sebagai perbuatan dosa, berbuka sebelum waktunya di bulan Ramadan mendapatkan hukuman berat di akhirat. Orang yang membatalkan puasanya dengan sengaja digambarkan suatu saat akan di adzab dengan mengerikan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahlili Radiyallahu anhu, hukuman bagi orang yang membatalkan puasa di kemudian hari mereka akan bergelantungan pada kaki mereka seperti bergelantungannya binatang sembelihan.

Mereka akan bergelantung dengan kaki berada di atas dan kepala berada di bawah. Kemudian, mulut mereka akan dirobek hingga mengeluarkan darah dan terus mengalir darinya.

Rasulullah Saw. bersabda, “ketika tengah tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal seraya berkata, ‘naiklah.’ Lalu kukatakan, ‘sesungguhnya aku tidak sanggup melakukannya.’ Selanjutnya, keduanya berkata, ‘kami akan memudahkan untukmu.’ Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung tiba-tiba ada suara yang keras sekali, maka kutanyakan ‘suara apa itu?’ Mereka menjawab, ‘itu adalah jeritan para penghuni Neraka.’ Kemudian dia membawaku berjalan dan ternyata aku sudah bersama orang-orang yang bergelantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan robekan itu mengalirkan dara.’ Aku berkata, ‘siapakah mereka itu?’ Dia menjawab, ‘mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum waktu berbuka.” (HR. An-Nasa’iy)

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore