
Berbuka puasa dengan makanan manis./Freepik/rawpixel.com
JawaPos.com - Ketika puasa Ramadhan sering kali mendengar kalimat “berbukalah dengan yang manis-manis.”
Tak sedikit, konten-konten di media sosial menggunakan kalimat “berbukalah dengan sesuatu yang manis-manis” ini sebagai pengisi kemeriahan puasa Ramadhan.
Bahkan tak sedikit yang memplesetkan kalimat berbuka puasa dengan yang manis ini pada sesuatu yang jenaka.
Namun, sebenarnya apa yang dimaksudkan dengan kalimat ini? Kenapa hanya dengan yang manis-manis saja? Begini penjelasannya!
Baik untuk kesehatan
Dinukil dari dinkes.jogjaprov.go.id, bahwa jelang berbuka puasa, tepatnya di waktu sore, tubuh manusia seringkali mengalami lemas.
Hal ini terjadi karena di waktu itu, cadangan glukosa penghasil energi pada tubuh manusia mengalami penurunan.
Umumnya, cadangan glukosa hanya bertahan dan akan habis dalam kurun waktu 10 jam pada tubuh.
Padahal, lama puasa sendiri kurang lebih 14 jam. Dengan kata lain, di momen jelang berbuka tubuh kita kekurangan cadangan glukosa.
Oleh karenanya, ketika berbuka puasa dari aspek kesehatan dianjurkan mengkonsumsi makanan yang manis.
Tujuannya agar dapat menggantikan dengan cepat glukosa darah yang mengalami penurunan selama puasa, sehingga tubuh menjadi segar kembali.
Namun, sayangnya makanan dan minuman yang dikonsumsi acap kali mengandung gula murni atau karbohidrat sederhana, seperti donat bersalut tepung gula, manisan kolang-kaling dan lainnya.
Makanan semacam ini cepat membuat seseorang lapar dan ketagihan mengkonsumsi banyak. Sehingga membuat kadar gula darah cenderung melonjak dan berat badan naik.
Konsumsi makanan manis ketika berbuka dianjurkan untuk tidak berlebihan. Pasalnya, fungsi makanan yang manis ini hanya untuk menggantikan kadar gula dalam tubuh yang sempat menurun.
Dikutip dari halodoc.com, dikatakan bahwa kebutuhan asupan gula lebih dibutuhkan saat berbuka dibandingkan saat sahur.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
