Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 15.45 WIB

Kenapa Harus Berbuka Puasa dengan yang Manis? Begini Penjelasan Kesehatan dan Hukum Fikihnya!

Berbuka puasa dengan makanan manis./Freepik/rawpixel.com - Image

Berbuka puasa dengan makanan manis./Freepik/rawpixel.com

JawaPos.com - Ketika puasa Ramadhan sering kali mendengar kalimat “berbukalah dengan yang manis-manis.”

Tak sedikit, konten-konten di media sosial menggunakan kalimat “berbukalah dengan sesuatu yang manis-manis” ini sebagai pengisi kemeriahan puasa Ramadhan.

Bahkan tak sedikit yang memplesetkan kalimat berbuka puasa dengan yang manis ini pada sesuatu yang jenaka.

Namun, sebenarnya apa yang dimaksudkan dengan kalimat ini? Kenapa hanya dengan yang manis-manis saja? Begini penjelasannya!

Baik untuk kesehatan

Dinukil dari dinkes.jogjaprov.go.id, bahwa jelang berbuka puasa, tepatnya di waktu sore, tubuh manusia seringkali mengalami lemas.

Hal ini terjadi karena di waktu itu, cadangan glukosa penghasil energi pada tubuh manusia mengalami penurunan.

Umumnya, cadangan glukosa hanya bertahan dan akan habis dalam kurun waktu 10 jam pada tubuh.

Padahal, lama puasa sendiri kurang lebih 14 jam. Dengan kata lain, di momen jelang berbuka tubuh kita kekurangan cadangan glukosa.

Oleh karenanya, ketika berbuka puasa dari aspek kesehatan dianjurkan mengkonsumsi makanan yang manis.

Tujuannya agar dapat menggantikan dengan cepat glukosa darah yang mengalami penurunan selama puasa, sehingga tubuh menjadi segar kembali.

Namun, sayangnya makanan dan minuman yang dikonsumsi acap kali mengandung gula murni atau karbohidrat sederhana, seperti donat bersalut tepung gula, manisan kolang-kaling dan lainnya.

Makanan semacam ini cepat membuat seseorang lapar dan ketagihan mengkonsumsi banyak. Sehingga membuat kadar gula darah cenderung melonjak dan berat badan naik.

Konsumsi makanan manis ketika berbuka dianjurkan untuk tidak berlebihan. Pasalnya, fungsi makanan yang manis ini hanya untuk menggantikan kadar gula dalam tubuh yang sempat menurun.

Dikutip dari halodoc.com, dikatakan bahwa kebutuhan asupan gula lebih dibutuhkan saat berbuka dibandingkan saat sahur.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore