Dragan Djukanovic menjelaskan bahwa pentingnya mengatur intensitas latihan di bulan Ramadhan bagi atlet untuk menjaga kebugaran tubuhnya. (Dragan Djukanovic untuk JawaPos.com)
JawaPos.com — Bulan Ramadhan bukanlah waktu yang mudah bagi atlet. Dalam kondisi ini, sistem biologis dan metabolisme tubuh mereka terganggu. Dragan Djukanovic, mantan pelatih Borneo FC dan PSIS Semarang, memberikan sejumlah tips untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap prima beraktivitas selama bulan puasa.
Pelatih berpengalaman ini menekankan pentingnya kehati-hatian dan kecerdasan dalam menyesuaikan intensitas dan durasi latihan. Salah satu cara yang biasa dilakukan Dragan Djukanovic adalah dengan menjadwalkan latihan pada pagi hari atau setelah berbuka puasa di malam hari.
“Situasi ini (bulan Ramadhan) khusus untuk atlet. Pasalnya, seluruh sistem biologis dan metabolisme mereka berubah. Itu sebabnya pelatih harus sangat berhati-hati dan tentunya cerdas,” ujar pelatih berusia 62 tahun tersebut kepada JawaPos.com.
“Ia harus menyesuaikan intensitas dan durasi latihan, saya biasanya bekerja di pagi hari atau mengikuti pelatihan malam,” lanjutnya.
Dalam mencegah dehidrasi, Dragan Djukanovic menekankan pentingnya minum air yang cukup selama waktu yang diperbolehkan. Hal ini sangat krusial untuk menjaga agar otot berfungsi secara normal. Selain itu, durasi latihan juga biasanya disesuaikan menjadi lebih singkat agar tidak memberikan tekanan berlebih pada tubuh yang sedang berpuasa.
"Pada periode tersebut biasanya para pemain sudah siap karena sudah makan dan tidak haus," ujar Dragan Djukanovic. Ia pun memastikan para atletnya tidak mengalami dehidrasi, yang merupakan hal terpenting dalam menjaga kebugaran tubuh.
Selama bulan Ramadhan, Dragan Djukanovic juga melakukan variasi latihan yang berbeda. Selain latihan fisik, ia juga lebih memfokuskan pada latihan taktik dan permainan. Banyak jenis permainan seperti permainan fanny dan latihan koordinasi yang dilakukan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus meningkatkan aspek taktis dan teknis para pemain.
“Agar otot berfungsi normal, atlet tidak boleh mengalami dehidrasi. Tentu saja durasi latihannya juga lebih singkat,” lanjutnya.
“Dan selama periode itu saya biasanya melakukan latihan taktik tertentu dan permainan yang berbeda. Banyak permainan funny, koordinasi, dll,” pungkasnya.
Dengan menerapkan tips ini, Dragan Djukanovic berhasil menjaga kebugaran para atletnya selama bulan Ramadhan. Meskipun tantangan besar, dengan pendekatan yang tepat, atlet tetap mampu beraktivitas secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan tubuh mereka.
Dalam menghadapi bulan puasa, penting bagi atlet untuk mengikuti tips dari para ahli seperti Dragan Djukanovic agar dapat menjaga kebugaran tubuh dan tetap prima dalam beraktivitas. Dengan perhatian yang lebih pada aspek-aspek tertentu dan penyesuaian intensitas latihan, atlet dapat melewati bulan Ramadhan dengan sukses tanpa mengorbankan performa mereka di lapangan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
