Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Maret 2024 | 23.13 WIB

Intip Penjelasan Dosen Kedokteran, Olahraga Apa saja yang Bisa Dilakukan Saat Puasa?

Ilustrasi seseorang tengah jogging. (Pixabay) - Image

Ilustrasi seseorang tengah jogging. (Pixabay)

JawaPos.com – Memasuki bulan suci Ramadhan, umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tidak hanya melakukan perubahan pola makan, melainkan juga perubahan pola aktivitas.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Dr Lilik Herawati dr MKes mengingatkan pentingnya olahraga.

Lantas, kapan waktu dan jenis olahraga yang tepat selama berpuasa?

Lilik menganjurkan saat berpuasa sebaiknya melakukan olahraga dengan intensitas ringan dan sedang. Untuk jenisnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing seperti jogging, berjalan, bersepeda, maupun senam.

Bagi remaja atau dewasa yang tidak memiliki gangguan dalam persendian, tidak ada penyakit tertentu, dan berat badan normal, dianjurkan melakukan jogging.

Namun, bagi lansia maupun seseorang yang overweight atau obesitas, sebaiknya cukup berjalan dan bersepeda. Lantaran jika berlari dapat membahayakan sendi-sendi lutut. Menurutnya, berenang sebenarnya juga boleh tetapi saat puasa mungkin khawatir ada air yang tertelan.

Penyiasatan olahraga pun menjadi perlu, terlebih intensitas dan waktu. Ia menyarankan waktu yang ideal berolahraga yakni saat menjelang berbuka puasa.

Lantaran, ketika olahraga, relatif terjadi kehilangan cairan tubuh dan merasa haus, dapat segera kembali pulih saat berbuka. Kalaupun dilakukan di pagi hari setelah sahur juga boleh, asalkan tidak terlalu berat.

Dirinya mengatakan jika memang olahraganya hanya sempat di pagi hari, sebaiknya cukup peregangan saja sekitar 30-60 menit, sesuai dengan kondisi tubuh.

Begitu pula, jika malam hari kondisi pulang kerja dan sedang capek sekali. Sebaiknya tidak perlu dipaksakan olahraga. Hal ini dapat memicu efek yang tidak diinginkan dan meningkatkan risiko cedera.

“Kalaupun bisanya selepas tarawih ya gunakan jenis olahraga ringan sampai sedang. Untuk sementara olahraga berat tidak perlu, sebab irama hormonal kortisol menjadi lebih rendah saat malam,” jelas dosen fisiologi dan ilmu kesehatan olahraga FK UNAIR itu.

Di samping itu, Lilik menyebutkan tips berolahraga aman selama berpuasa untuk orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Pertama konsultasi ke dokter dulu. Kedua, apabila diizinkan berolahraga, ikuti saran dokter tersebut.

Prinsipnya, tubuh jangan dibiarkan lama tidak bergerak,kecuali memang ada indikasi tidak boleh bergerak. Selain itu, upayakan aktivitas fisik sehari-hari di-setting menjadi olahraga.

Misalnya ketika berjalan, jalannya dibuat jalan ala olahraga, ataupun ketika naik ke lantai dua, lebih baik menggunakan tangga daripada eskalator atau lift.

“Jadi dengan aktivitas olahraga yang tepat dapat memberikan manfaat. Layaknya obat, jika dosisnya pas akan memberikan manfaat, tetapi jika kurang ya tidak bermanfaat, apalagi jika berlebihan ya bisa membahayakan,” katanya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore