Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Maret 2024 | 18.50 WIB

Bolehkah Pasien Autoimun Berpuasa? Begini Penjelasan Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Ilustrasi: Pasien pengidap penyakit autoimun (freepik) - Image

Ilustrasi: Pasien pengidap penyakit autoimun (freepik)

JawaPos.com – Puasa merupakan sebuah bentuk ibadah atau aktivitas keagamaan yang dilakukan dengan cara menahan lapar dan haus mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dan menjadi praktik keagamaan yang penting bagi banyak umat muslim.

Puasa memiliki beberapa manfaat bagi tubuh seperti memperbaiki kerja usus, mengurangi peradangan sel-sel tubuh, dan membantu regenerasi sel. Namun, bagi sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit autoimun, pertanyaan mengenai keamanan berpuasa kerap kali muncul.

Dilansir dari Halodoc.com, Kamis (14/03), terjadinya penyakit autoimun diakibatkan oleh sistem imunitas tubuh yang berbalik menyerang. Beberapa penyakit autoimun termasuk lupus, rheumatoid arthritis, dan tiroiditis Hashimoto.

Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh seharusnya melindungi tubuh agar tidak terserang penyakit. Konsumsi makanan dan minuman adalah salah satu dari beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit autoimun.

Oleh karena itu, pasien dengan autoimun disarankan untuk menerapkan pola makan yang disusun dalam The Autoimmune Protocol (AIP). Beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi yaitu:

  • Minyak zaitun dan minyak kelapa
  • Sayur-sayuran (kecuali tomat, paprika, kentang, dan terong)
  • Daging rendah lemak
  • makanan sumber asam omega-3 seperti salmon
  • Madu dalam porsi kecil
  • Buah-buahan dalam porsi kecil, tidak melebihi dua potong dalam satu waktu makan.

Selain itu, adapun beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap penyakit autoimun, diantaranya:

  • Biji-bijian
  • Tomat
  • Paprika
  • Kentang
  • Terong
  • Telur
  • Pemanis buatan
  • Minyak sayur
  • Kopi
  • Susu atau produk olahannya.

Melalui unggahan pada laman Instagram @rs.ui, Dr. dr. Alvina widhani, Sp.PD-KAI menyampaikan bahwa “Puasa Ramadhan dapat bermanfaat untuk respons imun tubuh. Pasien autoimun dapat berpuasan bila kondisi stabil serta obat yang diminum bisa dikonsumsi saat sahur dan buka. Makan dan minum yang cukup saat sahur dan buka. Konsultasikan ke dokter yang menangani apakah bisa berpuasa atau tidak.”

Artinya, pasien dengan penyakit autoimun diperbolehkan puasa dengan beberapa pertimbangan seperti kondisi pasien yang stabil, menerapkan pola hidup sehat, dan atas izin dokter yang menangani. Selain itu, hindari memaksa diri untuk berpuasa dan tahu kapan harus membatalkan puasa. Memaksakan diri untuk terus berpuasa hanya akan memperburuk kondisi tubuh dan dapat memicu muncul gejala penyakit.

Keputusan untuk berpuasa bagi pasien dengan penyakit autoimun bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan penilaian yang cermat terhadap kondisi tubuh dan pemahaman yang potensial dari puasa terhadap tubuh. Dengan perencanaan yang tepat dan pemantauan yang cermat, beberapa pasien dengan penyakit autoimun mungkin dapat berpuasa dengan aman.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore