
Ilustrasi: Pasien pengidap penyakit autoimun (freepik)
JawaPos.com – Puasa merupakan sebuah bentuk ibadah atau aktivitas keagamaan yang dilakukan dengan cara menahan lapar dan haus mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari dan menjadi praktik keagamaan yang penting bagi banyak umat muslim.
Puasa memiliki beberapa manfaat bagi tubuh seperti memperbaiki kerja usus, mengurangi peradangan sel-sel tubuh, dan membantu regenerasi sel. Namun, bagi sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit autoimun, pertanyaan mengenai keamanan berpuasa kerap kali muncul.
Dilansir dari Halodoc.com, Kamis (14/03), terjadinya penyakit autoimun diakibatkan oleh sistem imunitas tubuh yang berbalik menyerang. Beberapa penyakit autoimun termasuk lupus, rheumatoid arthritis, dan tiroiditis Hashimoto.
Baca Juga: Pahami Makna Kontak Mata sebagai Kunci dalam Menciptakan Daya Tarik, Begini Penjelasannya
Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh seharusnya melindungi tubuh agar tidak terserang penyakit. Konsumsi makanan dan minuman adalah salah satu dari beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit autoimun.
Oleh karena itu, pasien dengan autoimun disarankan untuk menerapkan pola makan yang disusun dalam The Autoimmune Protocol (AIP). Beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi yaitu:
Selain itu, adapun beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh pengidap penyakit autoimun, diantaranya:
Melalui unggahan pada laman Instagram @rs.ui, Dr. dr. Alvina widhani, Sp.PD-KAI menyampaikan bahwa “Puasa Ramadhan dapat bermanfaat untuk respons imun tubuh. Pasien autoimun dapat berpuasan bila kondisi stabil serta obat yang diminum bisa dikonsumsi saat sahur dan buka. Makan dan minum yang cukup saat sahur dan buka. Konsultasikan ke dokter yang menangani apakah bisa berpuasa atau tidak.”
Artinya, pasien dengan penyakit autoimun diperbolehkan puasa dengan beberapa pertimbangan seperti kondisi pasien yang stabil, menerapkan pola hidup sehat, dan atas izin dokter yang menangani. Selain itu, hindari memaksa diri untuk berpuasa dan tahu kapan harus membatalkan puasa. Memaksakan diri untuk terus berpuasa hanya akan memperburuk kondisi tubuh dan dapat memicu muncul gejala penyakit.
Keputusan untuk berpuasa bagi pasien dengan penyakit autoimun bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan penilaian yang cermat terhadap kondisi tubuh dan pemahaman yang potensial dari puasa terhadap tubuh. Dengan perencanaan yang tepat dan pemantauan yang cermat, beberapa pasien dengan penyakit autoimun mungkin dapat berpuasa dengan aman.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
