Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 April 2021 | 22.06 WIB

Tradisi Unik di Turki, Penabuh Genderang Bangunkan Warga saat Sahur

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Di kota metropolitan Turki, Istanbul, penabuh genderang dengan pakaian gaya Ottoman tetap menjaga tradisi kuno Ramadan. Mereka bertugas menabuh genderang pada dini hari untuk membangunkan warga untuk makan sahur.

Sedikitnya ada lebih dari 3 ribu pemain genderang berkumpul untuk membangunkan penduduk untuk makan sahur. Salah satunya adalah Fikir Çığıcı. Dia mengatakan telah berada di Istanbul selama 40 tahun terakhir dari provinsi Kahramanmaraş di Mediterania. Alasan utamanya adalah untuk memainkan genderang selama bulan suci Ramadan.

“Memukul genderang saat Ramadan adalah tradisi keluarga bagi kami. Saya mempelajarinya dari ayah saya, dan sekarang saya meneruskannya kepada anak-anak saya," kata Çığıcı kepada harian Hürriyet.

Seringkali orang yang terbangun memberi tip kepada para penabuh sebagai bagian dari tradisi. “Kami mencoba memberi makan perut kami dengan uang tip ini. Semoga Ramadan kali ini membuahkan hasil bagi kami,” katanya.

Tradisi menabuh genderang selama Ramadan tidak hanya lazim di Istanbul tetapi tersebar luas di seluruh negeri. Talip İster, 75, dari provinsi distrik Altınözü Hatay dan dikenal sebagai paman Talip, telah menggunakan genderang hadiah hampir dua dekade lalu dari wali kota provinsi tersebut.

Terlepas dari usianya, İster, satu-satunya penabuh genderang di lingkungan itu, telah melakukan pekerjaannya dengan rajin setiap Ramadan selama dua dekade terakhir. Dia tidak memiliki anak dan menghabiskan hidup bersama istrinya. Selain dari masa pensiunnya, dia telah bertahan hidup dari pendapatan yang diperolehnya selama bulan Ramadan dengan menabuh genderang di jalanan.

Berbicara kepada Anadolu Agency yang dikelola negara, İster mengatakan dia menyukai pekerjaannya dan bisa bermain dengan baik meski usianya sudah sepuh. “Saya puas dan bahagia, terima kasih Tuhan. Saya akan terus bermain genderang di bulan yang penuh berkah ini," katanya.

Mehmet Marık, 63, telah berkeliling provinsi Aegean di lingkungan Sofular Denizli selama hampir setengah abad. “Saya bangun jam dua pagi, lalu berbondong-bondong ke jalan dengan membawa genderang. Ini adalah pekerjaan saya," kata Marik.

“Saat saya membangunkan orang untuk makan sahur, saya merasa senang. Ini membuat saya terus menabuh genderang sebanyak yang saya bisa," jelas Marik.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore