
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Facebook/CGTN Frontline)
JawaPos.com - Turki kembali mengguncang dunia internasional dengan langkah tegasnya terhadap Israel. Pemerintah Turki resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan sejumlah pejabat tinggi lainnya atas tuduhan genosida di Jalur Gaza, Palestina.
Pengumuman ini disampaikan pada Jumat (7/11) oleh Kejaksaan Istanbul. Dikutip dari RTL, dalam pernyataan resminya, Kantor Kejaksaan Istanbul menyebut ada 37 tersangka yang menjadi target surat perintah penangkapan tersebut.
Beberapa nama besar yang disebut diantaranya, Menteri Pertahanan Israel Katz, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, serta Kepala Staf Angkatan Bersenjata Letnan Jenderal Eyal Zamir.
Pernyataan itu juga menyinggung tragedi pemboman Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina di Jalur Gaza pada Maret lalu. Padahal, fasilitas medis itu dibangun oleh Turki sebagai simbol solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Turki menuduh para pejabat Israel melakukan "genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan" secara sistematis di Gaza.
Langkah Turki tersebut langsung menuai reaksi keras dari Israel.
Menteri Luar Negeri Gideon Saar dengan tegas menolak tuduhan itu. Ia menyebut, Erdogan, telah lama menjadikan peradilan menjadi alat untuk membungkam saingan politik dan menahan wartawan, hakim dan walikota.
Sementara itu, kelompok militan Hamas menyambut positif keputusan tersebut.
Dalam pernyataannya, Hamas menyebut ini merupakan langkah yang mengonfirmasi posisi tulus rakyat Turki dan para pemimpin mereka, yang berkomitmen terhadap nilai-nilai keadilan, kemanusiaan dan persaudaraan yang mengikat mereka kepada rakyat Palestina yang tertindas.
Turki memang dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap perang Israel di Gaza. Tahun lalu, negara itu juga ikut bergabung dalam gugatan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional (ICJ) yang menuduh Israel melakukan genosida.
Selain itu, Turki sebelumnya telah menyatakan keinginan untuk ikut serta dalam pasukan stabilisasi internasional pascaperang Gaza, sesuai rencana yang didorong oleh Presiden AS Donald Trump.
Namun, Israel menolak keras keterlibatan Turki, menilai Ankara terlalu dekat dengan kelompok Hamas. Para pemimpin Israel juga berulang kali menuding tuduhan genosida terhadap mereka sebagai “palsu” dan “antisemit” yang dimotori oleh komisi-komisi PBB dan sejumlah LSM internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022