
Spesialis Kedokteran Nuklir RS EMC Grha Kedoya, dr. Junan Imaniar Pribadi (kiri). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak kasus baru yang terdeteksi justru sudah berada pada stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan pasien semakin kecil.
Padahal, jika kanker ditemukan sejak dini, tingkat keberhasilan pengobatan bisa meningkat secara signifikan. Deteksi dini kanker bukan hanya soal mengenali gejala, tetapi juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini masih tergolong rendah. Banyak yang menunda pemeriksaan karena merasa sehat, takut hasil diagnosis, atau terkendala biaya.
Melihat hal ini, Spesialis Kedokteran Nuklir RS EMC Grha Kedoya, dr. Junan Imaniar Pribadi, turut menekankan pentingnya deteksi awal. Tujuannya agar penanganan yang dilakukan bisa lebih tepat dan lebih awal.
“Jadi misalnya ada lesi atau curiga, suatu keganasan, kita bisa menilai ada nggak penyebabnya, ada nggak metastasis. Sehingga jika ada, metastasis itu bisa langsung ditangani. Metastasis itu kan ya langsung semua, banyak ke tulang, ke paru-paru, ke liver, begitu ada metastasis, kita bisa tanganin,” kata dr. Junan di Jakarta, Selasa (26/8).
“Misalnya cuman di paru, kita bisa radioterapi. Jadi deteksi awal untuk terapi yang lebih banyak. Kalau kita biar lebih tepat, lebih awal, otomatis terapi yang digunakan juga lebih dini. Sehingga pasien juga nggak perlu terapi yang banyak,” imbuhnya.
Selain itu, dr. Junan juga menjelaskan persiapan yang harus dilakukan sebelum masyarakat ingin mendeteksi kanker. Adapun pendeteksian kanker ini bisa dilakukan dengan pemindai PET/CT whole-body, Scan Biograph Vision Quadra. Salah satu hal yang harus dihindari pasien adalah konsumsi gula dan harus berpuasa sebelum melakukan pendeteksian kanker.
“Atau pasien-pasien yang dengan diabetes sekalipun, kita lakukan scan dengan persiapan tertentu. Jadi nanti ada persiapan-persiapan untuk pasien-pasien dengan kondisi khusus seperti diabetes,” tukas dia.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
