Ilustrasi pemeriksaan kandungan seorang ibu hamil. (Pixabay)
JawaPos.com – Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, FICS, FESICOG, menegaskan bahwa dalam prosedur pemeriksaan USG kehamilan, dokter jarang menyentuh bagian tubuh pasien selain area perut.
Pernyataan ini disampaikannya menyusul kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter kandungan di Garut yang tengah menjadi sorotan publik.
“Ya, orang hamil itu kan jelas perutnya di mana. Pemeriksaan USG itu difokuskan di area perut," ujarnya kepada wartawan, Senin (21/4).
"Biasanya paling tinggi pun tiga sampai empat jari di atas pusar, itu posisi puncak rahim. Jadi nggak ada alasan menyentuh area lain, apalagi sampai ke dada atau ke bawah pusar,” tegas dr. Ardiansjah.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik normal, dokter menggunakan alat USG untuk menekan dan menggerakkan bagian perut pasien guna mendapatkan gambar yang dibutuhkan.
Sentuhan langsung dengan tangan sangat minimal dan hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan untuk menyesuaikan posisi.
“Biasanya kita yang sudah terbiasa melakukan USG nggak banyak pakai tangan. Kalau mau dorong ya pakai alat, bukan tangan. Tangan kiri juga sibuk pegang alat, jadi dua tangan aktif di tubuh pasien itu jarang sekali terjadi,” pungkasnya.
Sebelumnya, kasus pelecehan ini menjadi sorotan publik setelah beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan tindakan tidak pantas seorang dokter pria terhadap pasien perempuan saat melakukan pemeriksaan USG.
Dalam video tersebut, dokter terlihat menyentuh bagian tubuh sensitif pasien tanpa kehadiran perawat atau pendamping medis. hal itu memicu dugaan kuat terjadinya pelecehan terhadap pasien.
Setelah viral di media sosial dan menuai kemarahan warganet serta desakan anggota DPR, pihak kepolisian bergerak cepat. Meski awalnya belum ada laporan resmi dari korban, investigasi tetap dilakukan, termasuk mencari lokasi kejadian dan memeriksa saksi-saksi.
Dengan telah ditangkapnya Syafril, publik kini menanti proses hukum berjalan secara terbuka dan transparan. Pihak Kementerian Kesehatan sebelumnya juga telah mengusulkan pencabutan sementara Surat Tanda Registrasi (STR) dokter tersebut ke KKI sambil menunggu hasil investigasi lengkap.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
