
Ilustrasi seorang dokter tengah memberikan penjelasan terkait permasalahan jantung yang dihadapi pasien. (Pixabay)
JawaPos.com - Penyakit jantung adalah masalah kesehatan yang kompleks dan dapat menyerang siapa saja, kapan saja. Menghadapi kondisi ini membutuhkan layanan medis yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga kredibel dan dapat diandalkan, seperti Cardiovascular Center Mayapada Hospital dengan pelayanannya yang komprehensif dan berstandar internasional.
Cardiovascular Center Mayapada Hospital dikenal sebagai rujukan utama bagi pasien dengan masalah jantung yang kompleks yang membutuhkan penanganan secara advanced dan menyeluruh.
Layanan ini merupakan salah satu layanan unggulan (Center of Execellence) milik Mayapada Hospital untuk menangani masalah jantung dengan komprehensif dan mutakhir, mulai dari langkah pencegahan, skrining dan diagnosis, pengobatan, sampai dengan rehabilitasi pasca-tindakan dapat dilakukan dalam layanan ini.
Berbagai masalah jantung yang kompleks mampu ditangani di Cardiovascular Center Mayapada Hospital, mulai dari Penyakit Jantung Koroner (PJK) yakni kondisi terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang ditangani dengan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dengan memasang balon dan stent/ring untuk melebarkan pembuluh darah yang tersumbat.
Terkadang, terdapat pula sumbatan pembuluh darah yang mengeras dan bersifat kronik, sehingga dibutuhkan alat canggih, yakni Intravascular Ultrasound (IVUS) untuk melihat serta mengidentifikasi derajat penyempitan.
Sumbatan yang mengeras tersebut dapat dikikis dengan alat khusus bernama Rotablator, sehingga stent dapat dipasang untuk membuka dan mengembalikan aliran darah normal ke jantung. Prosedur ini tergolong advanced yang tidak banyak dapat dilakukan oleh dokter jantung intervensi.
Namun, terdapat kasus PJK yang tidak bisa ditangani dengan tindakan PCI seperti pada kasus Three Vessel Disease (TVD atau penyumbatan pada 3 arteri koroner utama pada jantung, dan penyumbatan arteri koroner utama kiri atau Left Main Cartery (LMCA).
Kasus ini dapat ditangani dengan tindakan Bypass Jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG). Tindakan ini dilakukan dengan mengambil pembuluh darah sehat pada kaki atau tangan untuk membuat jalur baru (pintas koroner) di sekitar pembuluh darah yang tersumbat.
Dengan keahlian tim dokter di Cardiovascular Center Mayapada Hospital, tindakan ini dapat dilakukan secara minimal invasif (minim sayatan) atau tanpa menggunakan mesin jantung paru saat operasi.
PJK sendiri dapat memicu serangan jantung yang tergolong kasus kegawatdaruratan dan harus ditangani dengan cepat dan tepat. Serangan jantung akibat sumbatan mampu ditangani dengan tindakan Primary PCI (Percutaneous Coronorary Intervention) untuk membuka sumbatan menggunakan balon dan kemudian dilakukan pemasangan stent/ring yang dilakukan dalam rentang periode emas (golden period) yakni 90 menit pertama setelah terjadinya serangan.
Tindakan Primary PCI tersebut dapat dilakukan di layanan kegawatdaruratan jantung yang siaga 24 jam seperti Cardiac Emergency Mayapada Hospital yang dapat menangani serangan jantung dengan standar protokol internasional Door to Balloon kurang dari 90 menit.
Layanan Cardiac Emergency Mayapada Hospital ini dapat diakses dengan menghubungi kontak 150990 atau menggunakan fitur Emergency Call di aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.
Penyakit jantung lainnya yang sering ditemukan adalah aritmia atau gangguan irama jantung yang dapat mengakibatkan henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest). Kondisi ini terjadi ketika jantung mendadak kehilangan fungsinya sehingga terjadi kehilangan kesadaran secara mendadak. Ini disebabkan oleh gangguan listrik di jantung yang mengganggu kerja jantung untuk memompa darah, dan kemudian menghentikan aliran darah ke tubuh.
Kasus Artimia ini dapat ditangani dengan tindakan Ablasi Jantung secara minimal invasif, dengan memasukkan kateter melalui pangkal paha dengan panduan X-ray ke arah jantung yang mengalami kelainan listrik.
Kateter ablasi akan menghantarkan suatu energi panas sehingga dapat menghilangkan fokus-fokus yang menyebabkan kelainan listrik jantung tersebut. Ablasi merupakan tindakan non operasi yang minim efek samping sehingga setelah tindakan pasien dapat beraktivitas seperti biasa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
