Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Januari 2025 | 17.14 WIB

Kebiasaan Menggigit Kuku: Dari Perilaku Sepele hingga Masalah yang Harus Ditangani

Ilustrasi seorang anak menggigit kuku. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak menggigit kuku. (Freepik)

JawaPos.com - Menggigit kuku kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang. Namun, Tahukan kamu bahwa dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berubah menjadi masalah yang serius.

Onychophagia, juga dikenal sebagai onychophagy adalah kebiasaan mulut patologis dan masalah perawatan yang ditandai dengan menggigit kuku yang terus-menerus dan tampaknya tidak terkendali, yang merusak jaringan di sekitarnya dan kuku.

Kebiasaan menggigit kuku biasanya muncul saat masih kecil. Kebiasaan menggigit kuku dapat dihilangkan, meskipun banyak orang melakukannya saat kecil. Namun, ada beberapa orang yang mempertahankan kebiasaan ini sepanjang hidup mereka dan sulit untuk dihentikan.

Ternyata ada hubungan antara psikologis dan kebiasaan menggigit kuku seseorang. Seperti yang disebutkan sebelumnya, itu bisa karena kecemasan atau sekadar menghilangkan kebosanan.

Berhubungan dengan Perfeksionis
Kebiasaan menggigit kuku dapat menunjukkan bahwa seseorang sangat perfeksionis. Perfeksionis biasanya mengharapkan segala sesuatu berjalan sesuai harapan mereka. Dia kemudian akan menggigit kukunya untuk menunjukkan kekecewaannya ketika keinginannya tidak terpenuhi.

Anda tidak menyadari bahwa Anda pintar
Mereka yang menggigit kuku biasanya memiliki tujuan dan tidak melakukan pekerjaan dengan kecepatan yang biasa. Banyak orang menggigit kuku saat mencoba memecahkan masalah atau saat sangat fokus.

Kecemasan dan Stres sebagai Pemicu Utama
Menggigit kuku sering dikaitkan dengan kecemasan, di mana tindakan ini dianggap sebagai cara untuk meredakan stres, ketegangan, atau kebosanan. Banyak orang melaporkan melakukannya saat merasa gugup, gelisah, atau bahkan saat menghadapi situasi yang membuat mereka tertekan.

Merasa Lelah
Jika seseorang merasa bosan, seperti saat menunggu sesuatu, mereka mungkin menggigit kuku mereka tanpa sadar untuk mengisi ruang.

Anda mungkin mengalami masalah mental
Ketika seseorang merasakan keinginan untuk melakukan hal-hal tertentu, seperti menggigit kuku mereka berulang kali, itu mungkin menjadi bagian dari gangguan obsesif-kompulsif.

Pengaruh Perilaku dan Kebiasaan Masa Kecil
Menggigit kuku sering kali merupakan kebiasaan yang bermula dari masa kecil, seperti kebiasaan menghisap jempol atau jari, yang kemudian beralih menjadi kebiasaan menggigit kuku.

Menggigit kuku dapat memiliki efek fisik dan mental yang serius dalam jangka panjang, meskipun biasanya dianggap sebagai kebiasaan yang tidak berbahaya. Kebiasaan ini menunjukkan adanya tekanan emosional, seperti stres atau kecemasan, yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Dengan memahami penyebab dan pemicu onychophagia, dapat diambil tindakan untuk mengatasinya, termasuk perubahan pola pikir, terapi, dan dukungan lingkungan. Kesehatan fisik dan mental Anda sangat penting.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore