
Ilustrasi bayi sedang tersenyum. Pexels.com/Yan Krukau
JawaPos.com - Hampir semua orang menyukai kehadiran bayi. Bahkan, melihatnya tertidur saja dapat membuat orang-orang merasa gemas. Hal itu juga memicu orang-orang ingin mengenalnya lebih dekat.
Tak jarang, kehadiran seorang bayi di tengah kehidupan membuat orang-orang di sekitar ingin menyentuh kulitnya yang lembut, merayu dan menciumnya.
Namun, bukan berarti dapat menyentuh, mencium, dan menggendong bayi secara bebas. Sebab, ada risiko kesehatan saat bayi melakukan kontak dengan orang dewasa yang sedang sakit.
Fakta yang perlu diketahui, menyentuh dan mencium bayi yang sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna bisa meningkatkan risiko tertular virus meningitis, herpes simplex, dan penyakit-penyakit berbahaya lainnya.
Dikutip dari laman The Healthy Kamis (19/9), seorang ibu membagikan kisah anaknya yang terkena penyakit. Diceritakan bahwa bayi berusia 18 hari akhirnya meninggal dunia setelah ia tertular virus herpes.
Pada saat dilahirkan, bayi ini tampak sangat sehat, tetapi kondisinya mendadak memburuk. Di saat dokter melakukan pemeriksaan, diketahui bahwa bayi telah tertular virus herpes simplex.
Kepada dokter, kedua orang tua mengaku tidak mengidap virus ini. Merujuk pengakuannya, kemungkinan besar bahwa si bayi mendapatkannya dari paparan orang luar. Biasanya, virus ini tidak membahayakan nyawa orang dewasa, tetapi bisa menjadi serius dan mematikan pada bayi, terutama bayi baru lahir.
Melalui artikel ini, berikut dirangkum beberapa bahaya menyentuh dan mencium bayi sembarangan.
1. Herpes
Herpes atau HSV-1 adalah penyakit karena virus yang bisa menyebabkan timbulnya luka lecet pada orang dewasa. Luka lecet berisi cairan ini biasanya timbul di area sekitar mulut dan menyebabkan rasa gatal serta sakit.
Penyakit ini sendiri bisa menjangkiti bayi ketika dicium oleh orang dewasa yang memiliki penyakit herpes. Kebanyakan perlu waktu 1 hingga 12 hari sebelum muncul luka lecet setelah terjangkit virus herpes.
2. Meningitis Tuberkulosa
Meningitis tuberkulosa adalah radang selaput otak akibat komplikasi Tuberkulosa Primer. Gejalanya yaitu lelah, susah makan, demam, nyeri kepala yang semakin memburuk, perubahan mental, penurunan kesadaran, kejang, kelemahan satu sisi.
Bayi dapat terkena penyakit ini karena bayi masih sensitif, rentan dan mudah mendapatkan infeksi dari luar.
3. Penyakit Pernafasan RSV (Respiratory Syncytial Virus)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
