Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juli 2024 | 16.04 WIB

Jantung Berdebar Tak Karuan? Jangan Panik! Cermati Rahasia Olahraga Aman untuk Penderita Aritmia

Gangguan aritmia tak lantas menghentikan kebiasaan olahragamu. Justru, olahraga yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidupmu. (Pixabay) - Image

Gangguan aritmia tak lantas menghentikan kebiasaan olahragamu. Justru, olahraga yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidupmu. (Pixabay)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasakan jantung berdebar kencang tak beraturan saat berolahraga? Jika ya, bisa jadi Anda mengalami aritmia atau gangguan irama jantung.

Tak perlu khawatir, kondisi aritmia tak lantas menghentikan kebiasaan olahragamu. Justru, olahraga yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidupmu.

Kondisi aritmia yang dapat dialami atlet atau pun Anda yang gemar olahraga perlu mendapat arahan khusus dari dokter spesialis jantung seperti yang ada di layanan Cardiovascular Center Mayapada Hospital. Layanan unggulan (Center of Excellence) Cardiovascular Center Mayapada Hospital menghadirkan solusi penanganan berbagai masalah jantung termasuk aritmia yang diderita oleh para pecinta olahraga pada umumnya.

Lantas bagaimana olahraga yang aman untuk penderita aritmia? Simak tips dari dokter!

Menurut dr. Rerdin Julario, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia di Mayapada Hospital Surabaya, olahraga yang aman bagi penderita aritmia memang perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung sebelum memulai program olahraga.

“Dokter akan menilai jenis dan tingkat keparahan aritmia secara komprehensif, serta memberikan saran olahraga yang sesuai dengan kondisi pasien. Olahraga yang direkomendasikan untuk penderita aritmia umumnya adalah olahraga aerobik intensitas rendah hingga sedang, seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, yoga dan tai chi.”

Perlu diingat pula bahwa olahraga harus dimulai dengan perlahan dan tingkatkan intensitas secara bertahap. Tak perlu memaksakan diri, tetapi dengarkan sinyal dari tubuh dan istirahat jika merasa lelah. Bantuan alat pemantau detak jantung atau Heart Rate Monitor (HRM) juga berguna untuk memastikan Anda berolahraga pada zona detak jantung yang aman.

Ilustrasi olahraga jogging bermanfaat menjaga kebugaran tubuh.(Pixabay)

Jika timbul rasa tidak nyaman disertai berdebar-debar di dada, denyut jantung yang tidak teratur atau sangat cepat/lambat, pusing atau pingsan, sesak napas, atau nyeri dada, segera hentikan olahraga dan hubungi dokter.

Sementara itu, pengobatan aritmia dapat dilakukan berdasarkan jenis dan keparahan kondisi tersebut serta gejala yang dialami pasien. Tentu, hal ini memerlukan pemeriksaan yang komprehensif dari dokter.

“Salah satu tindakan penanganan aritmia adalah dengan melakukan Ablasi Jantung. Ablasi jantung adalah prosedur medis yang minimal invasif, dengan menggunakan kateter (tabung tipis dan fleksibel) melalui pembuluh darah di pangkal paha, leher, atau lengan dan mengarahkan kateter tersebut ke jantungmenggunakan panduan gambar dari sinar X.

Energi panas (radiofrequency ablation) dikirim melalui kateter untuk menghancurkan atau menghilangkan bagian yang menyebabkan aritmia. Ini menghentikan impuls listrik yang abnormal dan memungkinkan irama jantung yang normal,” jelas dr. Agung Fabian Chandranegara, SpJP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia di Mayapada Hospital Tangerang.

Dengan begitu, penderita aritmia masih bisa melanjutkan aktivitas olahraga mengikuti panduan dari dokter. Jika Anda mengalami kondisi aritmia dan tetap ingin berolahraga, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter dalam layanan Cardiovascular Center yang tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital. Pemeriksaan yang komprehensif dilakukan oleh tim dokter multidisiplin didukung oleh fasilitas yang lengkap dan canggih.
Mengedepankan layanan berstandar internasional, Mayapada Hospital terus berupaya memperkuat kompetensi dokter dan tenaga medis lainnya untuk memberikan outcome yang optimal bagi pasien.

Selain itu, Anda dapat merencanakan program olahraga yang tepat bersama dengan dokter spesialis kedokteran olahraga yang ada pada layanan Sport Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital sambil berkolaborasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Dokter Taufan Favian Reyhan, Sp.KO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Mayapada Hospital Jakarta Selatan memaparkan, “Program olahraga pada dasarnya dapat disesuaikan dengan kondisi pasien. Jika pasien mengalami aritmia dan masih ingin aktif berolahraga, maka kita juga perlu berkoordinasi dengan dokter spesialis jantung, supaya bisa menemukan latihan-latihan yang efektif untuk penderita aritmia.”

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore