Ilustrasi kegiatan untuk membentuk karakter anak sejak dini
JawaPos.com – Membentuk karakter anak sejak dini merupakan hal yang penting dalam parenting orang tua agar anak menjadi mandiri, baik, tangguh, dan bertanggung jawab.
Di era pendidikan sekarang sudah banyak beberapa sekolah yang menerapkan pendidikan karakter ini. Bahkan ini menjadi salah satu kurikulum penting di sekolah.
Selain mengunggulkan kurikulum mata pelajaran umum seperti matematika, kimia, dan fisika, sekolah juga berupaya untuk menanamkan nilai nilai untuk membentuk karakter anak mulai dari integritas, rasa hormat, keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian.
Untuk membentuk karakter anak sejak dini tidak bisa hanya mengandalkan dari sekolah saja namun juga dibutuhkan peran pola asuh dari orang tua.
Dilansir dari laman Universitas Indonesia, seorang pakar psikologi memberikan pernyataan bahwa secara sistematis Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak upaya untuk memperbaiki kurikulum pendidikan yang bertujuan agar siswa lebih unggul dalam penalarannya.
Tidak hanya itu, beliau juga menambahkan kurikulum pendidikan karakter yang diterapkan saat ini merupakan wujud untuk mengembangkan growth mindset pada anak, yang mana sangat penting untuk membentuk karakter anak sejak dini.
Dilansir dari laman Very Well Family, terdapat 5 cara untuk membentuk karakter anak sejak dini diantaranya :
Cara pertama untuk membentuk karakter anak sejak dini adalah mengajarkan nilai-nilai dengan menularkan yang ada pada diri orang tua.
Ketika orang tua melakukan sesuatu yang baik misalnya kejujuran. Maka secara langsung anak akan mengikuti nilai kejujuran tersebut. Sehingga anak perlu diberikan contoh terlebih dulu sebelum dia yang melakukan.
Sejak usia dini, anak-anak perlu belajar bahwa ketika mereka melanggar pedoman etika keluarga, mereka akan bersedia menerapkan konsekuensi dengan adil.
Orang tua bisa memanfaatkan momen tertentu untuk mengajari nilai nilai karakter. Sebagai contoh ada kasus dalam hal menebus kesalahan saat berbuat kurang baik ke orang lain dengan meminta maaf.
Si anak tidak bilang saat ingin meminjam pensil milik temannya. Disini anak perlu meminta maaf dan mengembalikan pensil tersebut ke pemilik aslinya.
Orang tua dan guru menggunakan cerita untuk mengajarkan pelajaran moral sebelum buku ditemukan. Namun di era sekarang sudah banyak buku literasi untuk anak anak.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
