
Ilustrasi obat. Obat pengencer darah bekerja mencegah terjadinya penggumpalan darah di pembuluh darah.
JawaPos.com - Gaya hidup dan pola makan tinggi kolesterol membuat lemak darah menumpuk. Kolesterol terdiri dari berbagai macam lemak jahat dan baik. Kolesterol sendiri menjadi sebab pengentalan darah yang berisiko terjadi stroke.
Darah yang kental disebabkan gangguan sel-sel pada darah lebih tinggi. Sehingga terjadi faktor pembekuan darah lebih dominan. Untuk kasus pengentalan darah, biasanya dokter akan memberikan obat pengencer.
Obat pengencer darah bekerja mencegah terjadinya penggumpalan darah di pembuluh darah. Gumpalan darah bisa menyumbat aliran darah ke otot jantung. Bekuan darah juga bisa menghadang aliran darah ke otak, sehingga menyebabkan stroke.
Seorang pasien stroke sudah mengalami kerusakan pembuluh darah. Untuk mencegah serangan stroke berulang, dokter pasti memberikan obat pengencer darah. Obat pengencer darah diberikan pada pasien stroke dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes dan kolesterol atau gangguan irama jantung.
"Kerusakan pembuluh darahnya harus dijaga dengan obat pengencer darah. Jadi obat pengencer darah tetap harus diminum. Tujuannya jangan sampai ada kerusakan pembuluh darah berlanjut," tegas Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) baru-baru ini.
Perbedaan Kolesterol
Perlu diketahui, Jenis-jenis kolesterol terdiri dari lemak jahat LDL (low-density lipoprotein). HDL (high-density lipoprotein) kolesterol baik dan trigleserida.
Kolesterol LDL dianggap sebagai kolesterol jahat karena berkontribusi terhadap plak, tebal, tumpukan lemak yang keras yang dapat menyumbat arteri dan membuat pembuluh darah menjadi kurang fleksibel. Jika bentuk gumpalan dan blok arteri menyempit, maka dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Sedangkan HDL membantu menghilangkan kolesterol LDL dari arteri. HDL bertugas membawa kolesterol LDL dari arteri untuk kembali ke hati, di mana kolesterol akhirnya dipecah dan dihilangkan dari tubuh.
Lalu trigliserida merupakan salah satu jenis lemak dalam darah yang dibutuhkan tubuh untuk diubah menjadi energi. Kadar trigliserida yang tinggi akan menaikkan risiko serangan jantung dan stroke biasanya terjadi pada orang dengan obesitas.
"Kolestrerol memang faktor risiko. Jika kolesterol saja, kami belum punya datanya berapa persen. Tapi biasanya disertai hipertensi atau diabetes. Angkanya 50-60 persen. Dibanding pasien kolesterol dengan gangguan irama jantung hanya 20 persen. Atau disertai hipertensi atau diabetes," kata dr. Kurniawan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
