
Ilustrasi
JawaPos.com - Serangan panik bukanlah penyakit yang datang sendirian. Dr Nalini Muhdi SpKJ(K), menyatakan bahwa penyebab serangan panik adalah interaksi beberapa faktor.
Misalnya, keturunan, ketidakseimbangan neurokimiawi di otak, dan personal stress. Dia menjelaskan bahwa faktor stres pribadi merujuk pada peristiwa kehilangan dan perubahan drastis dalam kehidupan individu serta trauma masa lalu. Di samping itu, faktor kepribadian seseorang bisa meningkatkan risiko serangan panik.
’’Orang yang dasarnya sudah mudah panik atau enggak bisa menerima hal yang tidak sesuai dengan keinginan biasanya akan lebih mudah terkena,’’ jelas Nalini.
Dokter Sadya Wendra SpKJ menerangkan, orang dengan ketergantungan zat obat—khususnya narkoba dan zat psikotropika—juga rentan mendapat serangan panik.
Nalini menyayangkan ketidaktahuan masyarakat pada serangan panik. Terutama karena muncul gejala fisik yang menyertai. Dia mengungkapkan bahwa banyak penderita yang kecele. ’’Saat muncul nyeri dada, deg-degan, dan napas pendek atau sesak, mereka langsung ke UGD. Dikiranya serangan jantung. Padahal panic attack,’’ katanya.
Umumnya, penderita yang sudah paham menderita panic attack memang pergi ke rumah sakit. Namun, mereka tidak langsung menuju UGD. Di sana mereka tersugesti akan mendapat penanganan yang baik jika serangan makin parah. ’’Jadi, mereka biasanya bersiap di kantin untuk menenangkan diri. Setelah serangan selesai, ya pulang,’’ ujarnya.
Sementara itu, Sadya menyarankan, ketika sadar bakal muncul serangan, penderita sebaiknya menerapkan metode relaksasi yang simpel. Caranya, tarik napas perlahan, lalu embuskan, lakukan beberapa kali. Yang terpenting, jangan lupa mengonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter.
Dokter yang juga berpraktik di RKZ Surabaya itu menuturkan, penderita juga disarankan mengikuti sesi terapi kognitif. Yakni, terapi yang mengajak penderita memecahkan masalah dengan berkomunikasi langsung dengan orang yang sudah sembuh dari serangan panik atau masalah kecemasan lainnya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
