Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2017 | 00.10 WIB

Pola Makan Sehat setelah Puasa

JANGAN KALAP: Mengatur makan dilakukan untuk mencegah adanya gangguan pada pencernaan. - Image

JANGAN KALAP: Mengatur makan dilakukan untuk mencegah adanya gangguan pada pencernaan.


Jawapos.com - Sebulan penuh berpuasa, tubuh terbiasa menjalani ritme makan sahur pada dini hari dan berbuka saat petang. Begitu Lebaran, kita sering kali kalap dan melahap semua makanan. Pola makan pun menjadi tidak beraturan. Akibatnya, kerja pencernaan bisa terganggu. Berikut tip ahli gizi dr Sukma Sahadewa SH MH MSos MKes CLA tentang mengatur pola makan setelah bulan puasa berakhir:



Frekuensi - Saat berpuasa, biasanya kita makan dua kali dalam sehari. Yakni, saat sahur dan berbuka. Terkadang ditambah satu kali saat makan malam. Setelah Lebaran, usahakan tetap berada pada ritme tersebut. ”Hal itu dilakukan supaya tubuh, terutama sistem pencernaan, tidak kaget,” kata Sukma. Boleh kok icip-icip kue saat Lebaran. Asalkan tidak berlebihan. Makan kue Lebaran atau makanan manis lainnya bisa menggantikan porsi satu kali makan. ”Kue Lebaran mengandung tepung dan minyak. Kalau kelebihan, bisa menyebabkan lemak berlebih dalam tubuh,” kata Sukma.



Jumlah - Orang dewasa dengan aktivitas normal umumnya memerlukan 2.500–3.000 kkal per hari. Kebutuhan itu dibagi menjadi dua kali makan saat berpuasa. Setelah beberapa hari menyesuaikan, boleh dibagi menjadi tiga kali makan. Asalkan jumlah kalorinya masih dalam range angka tersebut. ”Kalau makannya berlebihan, akan terjadi kontraksi gas berlebihan dalam lambung karena lambung menyerap banyak zat makanan,” kata Sukma. Akibatnya, perut terasa mual, muntah, sembelit, kembung, dan bahkan berujung diare.



Komposisi - Makan sehat jangan hanya saat berpuasa. Lanjutkan kebiasaan baik selama berpuasa dengan mengonsumsi makanan 4 sehat dan 5 sempurna. Berikut komposisi kebutuhan gizi dalam tubuh Karbohidrat (nasi, roti, beras merah, gandum, dsb) : 50–60 persen, Lemak (daging, ayam, dsb) : 20 persen, Protein (tahu, tempe, ikan, dsb) : 10 persen, Vitamin dan mineral (sayur dan buah) : 10–20 persen.




Perbanyak Air dan Olahraga Ringan - Makanan yang dihidangkan saat Lebaran umumnya mengandung banyak lemak. Untuk mengimbanginya, perbanyak konsumsi air mineral. Yang normalnya 1,5 liter ditambah menjadi 2 hingga 2,5 liter. Air mineral membantu penyerapan gizi dan menaikkan antioksidan. Dengan begitu, racun dalam sistem pencernaan bisa disalurkan ke ginjal untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urine. Selain itu, mulailah berolahraga ringan. Pilih jenis olahraga dengan ritme teratur. Misalnya, berlari, bersepeda, dan berenang. Cukup sekali sesi setiap dua hari. Satu sesi dilakukan selama 30 menit. (adn/c6/ayi)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore