Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Februari 2017 | 22.10 WIB

Empat  Faktor Eksternal Sumbang Risiko Penyakit Kanker

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Penyakit kanker bisa dipicu dari berbagai faktor. Selain faktor genetik dari keluarga, penyakit ini juga dipicu oleh gaya hidup dan faktor eksternal lainnya. Selama asupan komposisi makanan berimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak maka seseorang sudah melakukan pola hidup yang sehat. 


Namun tetap ada faktor eksternal yang diperoleh dari lingkungan dan memicu perkembangan sel kanker. Masyarakat harus lebih waspada lagi dengan kesehatan diri saat berada di lingkungan tempat tinggal atau lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan kanker. 


Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo, menjelaskan ada empat kondisi lingkungan yang menjadi faktor eksternal pemicu kanker, Minggu (12/2).


“Kadang kala tak bisa dihindari di kehidupan. Kita tak tahu seberapa aman lingkungan kerja atau lingkungan tempat tinggal kita,” ungkap Agung.


Efek Listrik Tegangan Tinggi


Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko listrik tegangan tinggi tidak mengetahui seberapa besar risiko kanker akan terjadi. Lingkungan tempat tinggal yang memiliki risiko terpapar efek radiasi juga harus diwaspadai.


Efek Sinar Matahari


Seseorang yang bekerja berat di luar ruangan (outdoor) juga harus mengantisipasi paparan sinar matahari dan polusi. Menggunakan krim tabir surya dengan kandungan SPF bisa untuk mencegah.


Efek Polusi


Masyarakat yang berkerja di luar ruangan atau di lingkungan kerja banyak polusi juga wajib menggunakan masker. Penggunaan masker juga dapat digunakan oleh penumpang ojek online yang saat ini sedang tren.


Bekerja di Ruang Radiologi


Orang yang bekerja di ruang radiologi rentan terkena efek sinar yang bisa mengakibatkan perubahan genetik dari sel dan terjadilah proses kanker.  Memang orang yang bekerja di ruangan ini pasti pakai pelindung. 


Tetapi jangan lupa, pelindung itu juga harus dipakai oleh OB atau petugas kebersihan (cleaning service) yang membersihkan ruangan tersebut jika memang harus terpapar. Atau menjadwalkan supaya mereka tak terpapar. Misalnya pembersihan dilakukan sore dan pagi yang memang semua peralatan tak dalam kondisi menyala. (cr1/JPG)


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore