Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 15.56 WIB

Peraih Nobel Kesehatan Ungkap Rahasia Di Balik Manfaat Probiotik 

Ilustrasi - Image

Ilustrasi


JawaPos.com – Tidak semua bakteri bersifat jahat. Tubuh membutuhkan bakteri baik untuk tetap sehat. Bakteri baik disebut dengan probiotik merupakan mikroorganisme yang memberikan efek positif bagi kesehatan dengan  cara mengatur keseimbangan di dalam usus atau saluran pencernaan. 


Bakteri baik juga tidak bersifat patogenik atau menimbulkan penyakit atau menyebabkan racun. Menurut pakar kesehatan dan penerima nobel bidang kedokteran asal Amerika Serikat, Sir Richard J Roberts, tanpa bakteri baik, tubuh akan sulit menjalankan fungsinya. Probiotik mampu mencegah bakteri jahat dengan menghasilkan antibiotika yang menghambat pertumbuhan bakteri jahat.


“Bakteri adalah temanmu, dan mereka diberi nama yang buruk karena pada zaman dahulu para ahli mikrobiologi meneliti bakteri banyak menyebabkan penyakit, dan tanpa mereka tahu bakteri banyak yang baik,” katanya di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Rabu (9/2).


Richard menjelaskan bakteri baik justru membantu tubuh menjadi lebih sehat. Probiotik banyak terdapat di dalam saluran pencernaan terutama usus. “Kita tahu sekarang bakteri banyak yang baik, tapi kita tak tahu mengapa mereka baik. Kita hanya tahu mereka baik,” ungkap Direktur Riset di New England Biolabs di Massachusetts USA ini.


Richard menjelaskan hampir seluruh bagian tubuh manusia penuh bakteri. Dia mengajak agar semua orang mencintai bakteri dan berteman dengan bakteri.


“Saya penuh bakteri, semua bagian tubuhmu penuh dengan bakteri, semua kulitmu, rambutmu, dan kebanyakan dari mereka adalah temanmu. Kamu butuh mereka, jika mereka tak ada maka kamu akan mati,” tukasnya.


Banyak cara untuk mempertahankan bakteri baik tetap berada di dalam tubuh. Caranya dengan mengonsumsi makanan sehat dan seimbang setiap hari. 


Satu lagi, Richard menyarankan jangan terlalu banyak mengonsumsi antibiotik.


“Pertahankan mereka dengan baik lewat makanan yang baik, dan jangan gunakan terlalu banyak antibiotik. Saya bukan ahli nutrisi, dan kebutuhan nutrisi setiap orang pasti beda. Bagus untuk kamu belum tentu bagus untuk yang lain. Makanan seimbang, pola makan yang baik, dan semua orang akan hidup jauh lebih bahagia,” pungkas Richard.(cr1/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore