
Ilustrasi donat.
JawaPos.com - Cokelat, kue, es krim, dan permen, siapa yang bisa menolak kelezatan makanan manis ini? Gula telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk alami maupun olahan.
Namun, di balik rasa manisnya yang menggoda, ada banyak fakta tersembunyi yang sering diabaikan.
Selama beberapa dekade terakhir, konsumsi gula mengalami peningkatan drastis. Dilansir dari laman yourtango.com, menurut laporan Diabetes Care, sekitar 75% makanan dan minuman yang dikonsumsi rata-rata orang Amerika mengandung gula tambahan.
Bahkan, konsumsi minuman soda meningkat hingga lima kali lipat, yang berkontribusi besar pada epidemi obesitas dan penyakit metabolik lainnya.
Pertanyaannya, apakah gula benar-benar seburuk itu? Jawabannya tidak sesederhana "iya" atau "tidak." Gula dalam jumlah tertentu memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, tetapi konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Inilah fakta-fakta penting tentang gula yang perlu diketahui.
1. Melemahkan Sistem Imun
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the National Cancer Institute menemukan bahwa asupan gula yang tinggi berhubungan langsung dengan peningkatan risiko kanker pankreas. Efek ini terutama terlihat pada wanita dengan obesitas, yang memiliki kadar insulin lebih tinggi dan lebih rentan terhadap pertumbuhan sel kanker.
Selain itu, kadar gula darah yang tidak stabil juga dapat mengganggu kerja sel imun dalam melawan infeksi. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit, terutama saat musim flu atau ketika menghadapi stres yang tinggi.
2. Memicu Kelelahan dan Penurunan Performa Fisik
Gula memang bisa memberikan lonjakan energi cepat, tetapi efeknya hanya bersifat sementara. Setelah konsumsi makanan manis, kadar gula darah melonjak drastis (sugar rush), memicu pelepasan insulin dalam jumlah besar. Akibatnya, gula dalam darah cepat diserap, menyebabkan penurunan energi yang tiba-tiba (sugar crash).
Fenomena ini membuat tubuh merasa lelah, lemas, dan bahkan mengantuk. Inilah alasan mengapa konsumsi gula yang berlebihan sering dikaitkan dengan toleransi latihan yang buruk dan kelelahan otot.
3. Memicu Penumpukan Lemak dan Obesitas
Gula yang berlebihan dalam tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak, terutama di area perut dan organ dalam. Studi menunjukkan bahwa konsumsi gula tinggi berkontribusi terhadap akumulasi lemak viseral, yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik.
Ketika tubuh terus-menerus mengalami lonjakan gula darah, produksi insulin meningkat. Jika kondisi ini berlangsung lama, sel tubuh bisa menjadi kurang sensitif terhadap insulin (resistensi insulin), yang akhirnya memicu diabetes tipe 2.
4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
