
Ilustrasi seorang anak menggigit kuku. (Freepik)
JawaPos.com - Menggigit kuku kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang. Namun, Tahukan kamu bahwa dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berubah menjadi masalah yang serius.
Onychophagia, juga dikenal sebagai onychophagy adalah kebiasaan mulut patologis dan masalah perawatan yang ditandai dengan menggigit kuku yang terus-menerus dan tampaknya tidak terkendali, yang merusak jaringan di sekitarnya dan kuku.
Kebiasaan menggigit kuku biasanya muncul saat masih kecil. Kebiasaan menggigit kuku dapat dihilangkan, meskipun banyak orang melakukannya saat kecil. Namun, ada beberapa orang yang mempertahankan kebiasaan ini sepanjang hidup mereka dan sulit untuk dihentikan.
Ternyata ada hubungan antara psikologis dan kebiasaan menggigit kuku seseorang. Seperti yang disebutkan sebelumnya, itu bisa karena kecemasan atau sekadar menghilangkan kebosanan.
Berhubungan dengan Perfeksionis
Kebiasaan menggigit kuku dapat menunjukkan bahwa seseorang sangat perfeksionis. Perfeksionis biasanya mengharapkan segala sesuatu berjalan sesuai harapan mereka. Dia kemudian akan menggigit kukunya untuk menunjukkan kekecewaannya ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Anda tidak menyadari bahwa Anda pintar
Mereka yang menggigit kuku biasanya memiliki tujuan dan tidak melakukan pekerjaan dengan kecepatan yang biasa. Banyak orang menggigit kuku saat mencoba memecahkan masalah atau saat sangat fokus.
Kecemasan dan Stres sebagai Pemicu Utama
Menggigit kuku sering dikaitkan dengan kecemasan, di mana tindakan ini dianggap sebagai cara untuk meredakan stres, ketegangan, atau kebosanan. Banyak orang melaporkan melakukannya saat merasa gugup, gelisah, atau bahkan saat menghadapi situasi yang membuat mereka tertekan.
Merasa Lelah
Jika seseorang merasa bosan, seperti saat menunggu sesuatu, mereka mungkin menggigit kuku mereka tanpa sadar untuk mengisi ruang.
Anda mungkin mengalami masalah mental
Ketika seseorang merasakan keinginan untuk melakukan hal-hal tertentu, seperti menggigit kuku mereka berulang kali, itu mungkin menjadi bagian dari gangguan obsesif-kompulsif.
Pengaruh Perilaku dan Kebiasaan Masa Kecil
Menggigit kuku sering kali merupakan kebiasaan yang bermula dari masa kecil, seperti kebiasaan menghisap jempol atau jari, yang kemudian beralih menjadi kebiasaan menggigit kuku.
Menggigit kuku dapat memiliki efek fisik dan mental yang serius dalam jangka panjang, meskipun biasanya dianggap sebagai kebiasaan yang tidak berbahaya. Kebiasaan ini menunjukkan adanya tekanan emosional, seperti stres atau kecemasan, yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Dengan memahami penyebab dan pemicu onychophagia, dapat diambil tindakan untuk mengatasinya, termasuk perubahan pola pikir, terapi, dan dukungan lingkungan. Kesehatan fisik dan mental Anda sangat penting.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
