
Ilustrasi orang dengan kepribadian narsistik yang terlalu berlebihan dengan capaian diri (freepik.com)
JawaPos.com – Umumnya, kepercayaan diri bagi setiap manusia dianggap sangat penting dalam kehidupan karena untuk mengembangkan penilaian positif baik untuk diri sendiri ataupun lingkungan sekitar.
Namun, jika seseorang mengalami tingkat kepercayaan yang tinggi dan berlebihan mungkin saja orang tersebut mengalami gangguan kepribadian narsistik.
Menurut Mayoclinic.org, Narssistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik merupakan kondisi kesehatan mental yang mana terdapat kepentingan seseorang bagi dirinya sendiri.
Seseorang pengidap Narssistic Personality Disorder (NPD) biasanya memiliki kebutuhan untuk dikagumi bahkan minimnya empati kepada orang lain, sehingga menyebabkan kurang baiknya sebuah hubungan.
Meskipun memiliki rasa percaya diri yang tinggi, orang dengan gangguan ini biasanya tidak yakin dengan harga diri mereka dan mudah marah dengan kritik sekecil apapun. Serta umumnya, mereka tidak bahagia dan kecewa ketika mereka tidak diberi perlakuan yang istimewa yang mereka yakini pantas untuk didapatkan.
Dilansir oleh Mayoclinic.org penyebab dari Narssistic Personality Disorder (NPD) biasanya terkait antara lain
- Lingkungan, karena sebagai contoh ketika perlakuan orang tua kepada anak terlalu banyak pemujaan atau terlalu banyak kritik yang sesuai dengan pengalaman dan prestasi anak.
- Genetika, hal ini berdasarkan karakteristik yang diwariskan, seperti sifat kepribadian tertentu
- Neurobiologi, yang berasal dari hubungan antar otak dengan perilaku dan pikiran
Sehingga dari kondisi tersebut dapat berdampak pada berbagai masalah dalam hidup seperti hubungan yang tidak bisa terjalin dengan baik, depresi, masalah kesehatan fisik yang menurun, masalah dalam pekerjaan dan sekolah bahkan masalah perekonomian.
Sedangkan pada zaman sekarang, orang dengan gangguan kepribadian narsistik lebih mudah dalam mewujudkan apa yang diinginkan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, media sosial merupakan alat bagi individu dengan gangguan kepribadian narsistik untuk mengaktualkan dirinya dengan memposting foto atau video prestasi di berbagai media sosial dengan harapan untuk mendapatkan sebuah validasi berup pengauan dan apresiasi dari orang lain menurut Santi (2007) dalam Sakinah,dkk (2019).
Sehingga, perawatan pada Narssistic Personality Disorder (NPD) berfokus pada terapi bicara atau psikoterapi. Serta terdapat beberapa cara yang dapat membantu dalam pencegahan gangguan ini, antara lain :
- Dapatkan pengobatan dan perawatan sesegera mungkin untuk masalah kesehatan pada mental anak
- Bergabung dalam terapi keluarga untuk mengikuti pelajaran komunikasi yang sehat untuk mengatasi konflik dan tekanan emosional

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
