Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Maret 2024 | 14.54 WIB

Mitos atau Fakta Dot Bayi Membuat Gigi Rusak Bahkan Gigi Maju Tidak Beraturan

Ilustrasi bayi dan dot. (Sumber: freepik/Racool_studi). - Image

Ilustrasi bayi dan dot. (Sumber: freepik/Racool_studi).

JawaPos.com - Hingga saat ini, penggunaan empeng bayi masih menjadi topik perdebatan di kalangan orangtua.

Pendapat tentang hal ini telah terbagi antara yang memperbolehkannya dan yang menentangnya, bahkan sampai ada yang mengomentari orang tua lain yang menggunakan empeng. 

Namun, apakah penggunaan empeng benar-benar diperlukan untuk perkembangan bayi? Berikut adalah penjelasannya secara menyeluruh.

Apakah Empeng Diperlukan Bayi?

Dikutip dari hellosehat.com, Selasa (26/3), biasanya, bayi memiliki refleks menghisap yang kuat yang tidak hanya membantu dalam asupan nutrisi tetapi juga memiliki efek menenangkan.

Oleh karena itu, beberapa orangtua memilih untuk menggunakan empeng bayi sebagai salah satu perlengkapan bagi bayi mereka yang baru lahir.

Empeng, yang juga dikenal sebagai pacifier, merupakan dot bayi tanpa isi susu atau cairan lainnya. Tujuannya adalah agar bayi memiliki sesuatu yang bisa dihisap di mulutnya.

Menurut American Family Physician, penggunaan empeng pada bayi usia satu bulan ke atas dapat mengurangi risiko kematian mendadak. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan karakteristiknya sendiri.

Sebagai orangtua, Anda akan lebih mengenal apa yang terbaik untuk anak Anda. Dengan berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat menentukan kapan empeng perlu digunakan oleh anak Anda.

Apakah Empeng Sebabkan Gigi Anak Maju?

Faktanya, bukanlah dot atau empeng yang menyebabkan kerusakan pada gigi bayi, melainkan lamanya pemakaian keduanya.

Terutama ketika dot atau empeng dibiarkan dalam mulut bayi untuk waktu yang lama, terutama saat pertumbuhan gigi.

Contohnya, jika dot atau empeng dibiarkan terlalu lama saat anak mengalami pertumbuhan gigi, bisa menyebabkan gigi maju atau tonggos. Penggunaan dot atau empeng dalam waktu lama juga dapat merusak jaringan gigi.

Sebagai contoh, memberikan susu formula dalam botol dot sebelum tidur dan membiarkan dot dalam mulut anak semalaman dapat menyebabkan masalah. Ini mirip dengan merendam gigi anak dalam cairan susu yang tinggi gula.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore