Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Januari 2024 | 17.25 WIB

Mulailah Kenali Emosi Anda, Munculkanlah Agar Tidak Menimbulkan Luka Batin Berketerusan

Ilustrasi: Cara mengenali dan mengatasi emosi

JawaPos.com – Emosi merupakan hal yang sangat penting karena merupakan informasi kecil untuk mengingatkan kita akan nilai-nilai yang melekat dengan kehidupan kita, persepsi kita terhadap suatu pengalaman, kebutuhan kita, serta kesukaan dan ketidaksukaan kita.

Namun, perasaan bisa jadi menantang dan menyakitkan, jadi kita mengabaikannya atau mungkin kita tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengungkapkannya, sehingga kita memendamnya.

Meskipun hal ini tampaknya efektif dalam jangka pendek, perasaan yang tertekan pada akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru yang lebih besar, seperti kecemasan, depresi, fobia, maag, fibromyalgia, masalah pencernaan, dan lainnya.

Sulit untuk mengelola emosi dan memenuhi kebutuhan kita jika kita tidak mengetahui apa yang sebenarnya kita rasakan. Sehingga, penting untuk mengenali emosi dan mengetahui cara mengatasinya agar tidak menimbulkan luka batin berkepanjangan.

Untuk mengetahui hal tersebut lebih jauh, simak penjelasan yang dikutip dari mindfulnessmuse.com dan acfmw.com dibawah ini.

Cara Mengenali Emosi

  1. Apa yang terjadi?

Langkah ini mendorong Anda untuk menggambarkan peristiwa emosional yang terjadi kepada Anda secara lengkap. Cobalah untuk hanya berpegang pada fakta pada langkah ini (bukan interpretasi).

  1. Mengapa situasi itu terjadi?

Anggap ini sebagai kesempatan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab peristiwa emosional tersebut. Alasan langkah ini sangat penting adalah karena seringkali makna yang kita berikan pada peristiwa-peristiwa itulah yang menentukan reaksi emosional kita.

Misalnya, jika Anda berencana pergi ke bioskop bersama seorang teman dan dia membatalkannya pada menit-menit terakhir, penafsiran Anda tentang alasan dia membatalkannya akan secara langsung memengaruhi respons emosional Anda.

Pertimbangkan perbedaan perasaan Anda jika Anda memilih menanggapi peristiwa tersebut dengan dua penafsiran berbeda, lihatlah mana yang lebih baik.

“Dia selalu terlalu sibuk untukku. Kurasa dia bukan teman yang baik”. 

“Saya tahu dia punya proyek besar yang harus diselesaikan besok. Dia mungkin sibuk mengerjakannya malam ini.”

  1. Bagaimana emosi Anda tersebut memengaruhi psikis dan fisik Anda?

Luangkan waktu untuk mengidentifikasi respons emosional primer dan sekunder Anda terhadap peristiwa tersebut. Perhatikan sensasi fisik apa pun yang mungkin Anda alami (misalnya, tenggorokan terasa sesak, perut mual, atau rahang menegang).

  1. Apa yang ingin Anda lakukan terhadap emosi Anda?

Pertanyaan-pertanyaan ini mendorong Anda untuk mengidentifikasi dorongan Anda. Langkah ini membutuhkan kejujuran penuh pada diri Anda sendiri agar proses ini menjadi efektif.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore