
Ahli endokrinologi Dr. Malathi Karupiah dalam perbincangan mengenai kelenjar tiroid.
JawaPos.com - Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam tubuh manusia. Kelenjar yang berada pada bagian leher tersebut berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Dr. Malathi Karupiah selaku ahli endokrinologi menyatakan pentingnya fungsi dari organ kecil yang terletak di bagian depan leher dan memiliki bentuk seperti kupu-kupu tersebut. Hormon tiroid sangat penting karena akan berdampak pada metabolisme tubuh dan juga memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.
Gangguan pada kelenjar dan hormon tiroid bisa menimbulkan sejumlah penyakit yang bisa mengganggu dan mengurangi kualitas hidup seseorang. Kelebihan atau kekurangan hormon tiroid ternyata juga berbahaya.
"Jika tinggi atau rendah, maka ada risiko dapat mempengaruhi fungsi tubuh kita sehingga menyebabkan kita merasa lelah dan tidak sehat," kata Dr. Malathi Karupiah kepada JawaPos.com, Selasa (28/11).
Dia menerangkan, kondisi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif bisa mengakibatkan hormon tiroid yang dihasilkan terlalu banyak atau dikenal dengan istilah hipertiroid. Orang yang mengalami hipertiroid ditandai dengan sejumlah gejala seperti mudah lapar namun berat badan turun, mudah berkeringat, denyut nadi sangat cepat, gelisah, tidak bisa duduk diam, hingga jantung berdebar.
Jika hormon tiroid yang dihasilkan rendah atau kurang juga bisa menyebabkan orang yang mengalaminya jadi mudah lelah, sulit berkonsentrasi, berat badan bertambah meski tidak makan banyak, tidak tahan dingin, sembelit, cepat lupa, Menstruasi lebih banyak dari biasanya, hingga kulit jadi kering.
Dr. Malathi Karupiah mengingatkan penderita diabetes tipe 1 lebih rentan mengalami masalah pada kelenjar tiroid yang tidak normal.
"Mereka adalah golongan yang antibodinya positif dan lebih rentan mengalami masalah tiroid. Oleh karena itu, perlu dipantau darahnya setiap tahun," tuturnya.
Selain itu, orang yang juga rentan mengalami gangguan pada tiroid adalah orang dengan riwayat keluarga pernah mengalami masalah tiroid. Selain itu,orang yang pernah melakukan operasi tiroid dan pasien kanker yang pernah menjalani terapi radioaktif pada bagian dada juga potensial kena masalah pada tiroid.
Bila punya masalah dan tanda-tanda gangguan pada kelenjar atau hormon tiroid, Malathi Karupiah menyarankan untuk mendatangi dokter agar dilakukan pemeriksaan. "Tesnya biasanya dengan darah dan kalau lehernya bengkak, kami biasanya melakukan USG," paparnya.
