Para peneliti mengungkap kesehatan mental, stres dan kecemasan bermula dari apa yang Anda makan.
JawaPos.com - Di zaman yang sudah lebih modern ini, orang-orang mulai menyadari bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Namun, masih banyak yang salah paham tentang konsep kesehatan mental itu sendiri, sehingga ada beberapa mitos yang beredar terkait hal tersebut.
Akibat adanya mitos-mitos tersebut, kesehatan mental jadi disepelekan lagi oleh masyarakat. Sehingga, di sini JawaPos.com akan merangkum dan menepis 10 mitos tentang kesehatan mental dari situs resmi UNICEF dan Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA)
1. Permasalahan kesehatan mental tidak akan memengaruhi saya
Faktanya, permasalahan kesehatan mental bisa menyerang dan memengaruhi siapapun. Berdasarkan statistik dari SAMHSA pada 2020, satu dari enam orang muda-mudi pernah mengalami episode depresif mayor.
Ditambah lagi, satu dari lima orang dewasa di Amerika mengalami permasalahan kesehatan mental pada tahun tersebut dan satu dari 20 orang di Amerika hidup dengan penyakit mental mayor seperti skizofrenia, bipolar disorder, atau depresi mayor.
2. Orang dengan permasalahan kesehatan mental adalah orang-orang yang kasar
pada kenyataannya, hanya tiga sampai lima persen tindakan kasar yang disebabkan oleh orang dengan masalah kesehatan mental.
Bahkan, orang-orang dengan permasalahan kesehatan mental yang serius justru sepuluh kali lebih mungkin menjadi korban kekerasan daripada populasi umum.
3. Orang dengan permasalahan kesehatan mental tidak bisa mengelola stres dengan baik dalam ranah pekerjaan. Padahal faktanya, orang dengan permasalahan kesehatan mental bisa lebih produktif daripada orang lain.
Mereka bisa mengelola permasalahan kesehatan mentalnya dengan baik, sehingga terkadang mereka tidak terlihat seperti orang dengan gangguan mental.
4. Permasalahan kesehatan mental adalah tanda-tanda kelemahan dari seseorang
Banyak yang menganggap bahwa jika saja seseorang lebih "bodo amat", mungkin mereka tidak harus mengalami permasalahan mental.
Padahal, faktor terjadinya permasalahan kesehatan mental bisa datang dari banyak faktor, seperti trauma masa kecil, faktor biologis, atau faktor genetik.
5. Permasalahan kesehatan mental pada anak-anak bukan suatu hal yang krusial. Tidak jarang orang-orang dewasa menyepelekan permasalahan mental yang terjadi pada anak-anak dan remaja.
Banyak dari orang dewasa yang menganggap bahwa anak-anak dan remaja "belum mengecap asam garam kehidupan", sehingga mustahil bagi mereka untuk memiliki masalah mental. Padahal faktanya, gejala penyakit mental bisa mulai muncul pada remaja ketika mereka berusia 14 tahun.
6. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah permasalahan kesehatan mental
Pada kenyataannya, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah permasalahan mental, seperti memperkuat kemampuan bersosialisasi dan emosional.
Selain itu, mengembangkan hubungan yang suportif di lingkungan keluarga juga akan membantu mencegah permasalahan kesehatan mental.
7. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk membantu seseorang sembuh dari permasalahan mental
Pada praktiknya, menjadi seorang caregiver dari seseorang yang sedang sakit memang bukan pekerjaan yang mudah, namun bukan berarti hal itu mustahil untuk dilakukan.
Sebagai caregiver, kita bisa menjalin hubungan yang suportif dan saling menyayangi, sehingga penderita bisa menumbuhkan semangat untuk sembuh.
8. Orang-orang dengan kehidupan yang baik tidak mungkin mengalami permasalahan mental
Faktanya, orang-orang dengan kehidupan yang terlihat baik, bukan berarti tidak pernah mengalami permasalahan mental apapun.
Contohnya, remaja dengan nilai yang baik, mungkin ia memang disenangi banyak orang karena kecerdasannya. Namun bisa jadi hal itu justru memberi tekanan padanya, sehingga ia sering mengalami cemas dan takut mengecewakan orang-orang yang berharap padanya.
9. Parenting yang buruk bisa menyebabkan permasalahan kesehatan mental
Ternyata, banyak faktor yang menyebabkan permasalahan mental pada seseorang dan faktor tersebut tidak hanya tentang parenting yang buruk.
Faktor-faktor tersebut bisa berupa status sosio ekonomi, kemiskinan, pengangguran, kekerasan, migrasi, dan lain sebagainya.
10. Orang dengan permasalahan kesehatan mental memiliki angka kecerdasan yang rendah.
Pada kenyataannya, semua orang bisa terjangkit permasalahan mental, tanpa melihat angka kecerdasan, status sosio ekonomi, atau level penghasilannya.