
Ilustrasi olahraga lari marathon, perlu kesiapan fisik yang prima, dengan memeriksakan kesehatan jatung sebelum megikutinya. (Istimewa)
JawaPos.com- Olahraga lari sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung karena dapat menurunkan kolesterol jahat, menjaga tekanan darah, dan mencegah obesitas. Namun, sering kita mendengar pelari mengalami serangan jantung pada saat berlari bahkan sampai
berujung pada kematian.
Dalam jurnal American College of Cardiology disebutkan bahwa satu dari 200.000 pelari akan mengalami henti jantung mendadak, dan satu dari 50.000 pelari akan mengalami serangan jantung akibat penyakit jantung koroner saat melakukan marathon.
“Untuk yang memiliki hobi olahraga lari, selain memilih dan mengatur pola makan, istirahat yang cukup, serta latihan dan melakukan pemanasan sebelum marathon, harus juga ditunjang dengan pemeriksaan kesehatan jantung secara berkala, karena seringkali penderita sakit jantung sudah mengalami tanda-tanda atau gejala penyakit jantung, namun mengabaikannya,” ujar dr. Num Tanthuwanit, Deputy CEO OMNI Hospitals dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/10).
Menurutnya, banyak studi yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa atlit seperti pelari jarak jauh memiliki pembuluh darah jantung yang lebih besar, tebal, dan lebih efisien memompa darah dibandingkan mereka yang tidak aktif bergerak (sedentary). Kondisi ini disebut athlete’s heart.
Namun ada hal penting yang perlu diperhatikan pada olahraga ketahanan (endurance training) seperti lari jarak jauh karena dapat berisiko menimbulkan gangguan pada jantung. Hal ini disebabkan olahraga yang berlebihan justru meningkatkan radikal bebas dalam tubuh yang dapat mengikat kolesterol dan menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung.
Selain itu dehidrasi dan gangguan elektrolit akibat lari jarak jauh juga dapat menimbulkan gangguan irama jantung. “Oleh sebab itu, setiap orang wajib melakukan pemeriksaan jantung setidaknya setahun sekali. Jika merasakan gejala nyeri dada, sesak nafas, jantung berdebar cepat atau tidak teratur saat Anda berolahraga, sebaiknya segera periksakan diri anda,” jelas dr. Emile, Sp.JP, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah OMNI Hospitals.
Event Electric Jakarta Marathon Run 2019 akan digelar 27 Oktober 2019. OMNI Hospitals merupakan official medical partner event olahraga marathon yang akan diikuti lebih dari 16.000 partisipan dari dalam maupun dari luar negeri ini.
Pelaksaan lomba akan dibagi dalam beberapa kategori, meliputi Full Marathon (42,195 KM), Half Marathon Open (21 KM), 10K, 5K, dan Marathoonz Open 1 KM dengan garis start dan finish di Gelora Bung Karno Stadium Jakarta. OMNI Hospitals turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada para runner mulai dari media offline, online, hingga mengadakan coaching clinic untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan memeriksakan kesehatan serta sebagai salah satu bekal persiapan dalam mengikuti event ini.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
