
Photo
JawaPos.com - Salah satu terapi yang direkomendasikan secara medis untuk pasien stroke biasanya dengan fisioterapi dan akupunktur. Tujuannya untuk merehabilitasi dan memperkuat kembali fungsi saraf-saraf motorik yang sudah rusak akibat serangan stroke. Salah satu faktor penyebab penyakit stroke adalah kolesterol tinggi, darah tinggi, dan diabetes.
Selain terapi secara medis, banyak juga pasien yang memilih datang ke pengobatan alternatif. Pelbagai terapi alternatif juga bisa dipilih oleh pasien dengan metode berbeda. Salah satu bentuk terapi alternatif yang bisa menjadi pilihan adalah terapi Garang Arang di Jalan Raden Saleh Ruko Bumi Permata Indah Blok RI Nomor 38C, Karang Mulya Karang Tengah, Ciledug Tangerang.
"Selain dengan metode terapi garang arang, juga memperkaya dengan racikan ramuan herbal pendukung lainnya," kata Konsultan Terapis, Puspa Paramita dalam keterangan tertulis, Jumat (28/6).
Puspita menjelaskan hawa panas yang masuk melalui pori-pori kulit telapak kaki akan mengurai kristal-kristal asam urat pada persendian kaki dan tangan. Hawa panas dari garang arang juga mampu merontokan plak kolestrol pada dinding pembuluh darah yang kemudian dikeluarkan melalui keringat. Terapi ini menjadikan sirkulasi darah yang mengalir ke jantung dan otak berjalan lancar.
Photo
Pengobatan dengan teknik garang arang untuk pelbagai penyakit (Istimewa for JawaPos.com)
“Pengobatan terapi garang arang memiliki fungsi dua arah. Pertama berfungsi untuk mengeluarkan toksin dari dalam tubuh melalui keringat dari hawa panas bara arang. Kedua memiliki sensasi yang dapat merelaksasi ketegangan saraf sehingga menimbulkan kesegaran dan ketenangan,” tegasnya.
Teknik pengobatan ini diklaim aman dan tidak memiliki efek samping karena hanya menggunakan hawa panas dari kandungan gas karbon yang berasal dari bara arang yang dialirkan melalui telapak kaki atau tangan. Pengobatan untuk pasien perempuan dan pria dipisahkan dan ditangani terapis yang juga disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Pemilik klinik Garang Arang, Hizrah Bacan menjelaskan pelbagai penyakit bisa diobati dengan terapi ini. Di antaranya stroke, asam urat, saraf terjepit, nyeri sendi, rematik dan lainnya.
"Pengobatan juga ditambah dengan racikan ramuan herbal pendukung lainnya. Semoga ini menjadi solusi pengobatan bagi pasien yang ingin menjajal terapi seperti ini,” kata seniman Betawi Ora tersebut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
