Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Januari 2019 | 20.29 WIB

Pasien Kanker Tak Bisa Sembuh Total, Mitos atau Fakta?

Masih ada masyarakat yang berpikir ketika seseorang terkena kanker maka sedikit harapan untuk bisa beraktivitas normal. - Image

Masih ada masyarakat yang berpikir ketika seseorang terkena kanker maka sedikit harapan untuk bisa beraktivitas normal.

JawaPos.com - Ketika mendengar kata kanker biasanya masyarakat akan langsung berpikir tentang kematian. Sebab, masih banyak yang berpikir ketika terkena kanker maka sedikit harapan untuk kembali sehat dan beraktivitas normal. Benarkah demikian? Lalu apakah seseorang bisa dinyatakan benar-benar sembuh saat divonis kanker? 


Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB meluruskan pendapat menakutkan itu. Memang, penyakit kanker bisa membuat sesorang menjual harta bendanya untuk mengobati kankernya. Penyakit kanker juga sudah menyedot pembiayaan besar bagi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


"Kanker tidak selalu berhubungan dengan kematian karena sebenarnya banyak pula pasien yang pernah divonis kanker ternyata masih bisa hidup bertahun-tahun bahkan bisa sesehat orang tanpa penyakit kanker," kata dr. Ari kepada JawaPos.com, Jumat (11/1).


Menurut dr. Ari dalam dunia medis memang penyakit kanker tidak bisa dikatakan sembuh. Istilah yang digunakan adalah remisi atau relaps.


Remisi berarti pasien kanker tersebut sudah diterapi dan sudah dievaluasi bahwa tubuh pasien tersebut tidak mengandung sel kanker lagi di dalam tubuhnya. Pada masa remisi tersebut si pasien harus tetap kontrol secara teratur dan tetap menjaga tubuhnya agar selalu sehat.


"Istilah remisi berbeda dengan sembuh total," katanya.


Beda dengan penyakit infeksi, misal demam thypoid bisa dikatakan sembuh total. Menurutnya, secara psikologis istilah remisi seperti mengingatkan kepada pasien tersebut bahwa dirinya harus kontrol secara teratur dan tetap menjalankan gaya hidup sehat.


Sehingga untuk mencegah kekambuhan, dr. Ari menyarankan agar pasien melakukan gaya hidup sehat. Salah satu cara hidup sehat adalah istirahat cukup, menjaga makan, usahakan memperbanyak mengonsumsi sayur serta buah agar tetap sehat.


Buah dan sayur mengandung antioksidan yang dibutuhkan untuk menetralkan racun di dalam tubuh kita. Selain itu stres fisik maupun psikis bisa memperburuk perjalanan kanker seseorang.


"Kontrol teratur juga tetap dilakukan karena pasien yang remisi dari suatu kanker berisiko untuk menderita kanker kembali," ungkapnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore