
Masih ada masyarakat yang berpikir ketika seseorang terkena kanker maka sedikit harapan untuk bisa beraktivitas normal.
JawaPos.com - Ketika mendengar kata kanker biasanya masyarakat akan langsung berpikir tentang kematian. Sebab, masih banyak yang berpikir ketika terkena kanker maka sedikit harapan untuk kembali sehat dan beraktivitas normal. Benarkah demikian? Lalu apakah seseorang bisa dinyatakan benar-benar sembuh saat divonis kanker?
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB meluruskan pendapat menakutkan itu. Memang, penyakit kanker bisa membuat sesorang menjual harta bendanya untuk mengobati kankernya. Penyakit kanker juga sudah menyedot pembiayaan besar bagi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Kanker tidak selalu berhubungan dengan kematian karena sebenarnya banyak pula pasien yang pernah divonis kanker ternyata masih bisa hidup bertahun-tahun bahkan bisa sesehat orang tanpa penyakit kanker," kata dr. Ari kepada JawaPos.com, Jumat (11/1).
Menurut dr. Ari dalam dunia medis memang penyakit kanker tidak bisa dikatakan sembuh. Istilah yang digunakan adalah remisi atau relaps.
Remisi berarti pasien kanker tersebut sudah diterapi dan sudah dievaluasi bahwa tubuh pasien tersebut tidak mengandung sel kanker lagi di dalam tubuhnya. Pada masa remisi tersebut si pasien harus tetap kontrol secara teratur dan tetap menjaga tubuhnya agar selalu sehat.
"Istilah remisi berbeda dengan sembuh total," katanya.
Beda dengan penyakit infeksi, misal demam thypoid bisa dikatakan sembuh total. Menurutnya, secara psikologis istilah remisi seperti mengingatkan kepada pasien tersebut bahwa dirinya harus kontrol secara teratur dan tetap menjalankan gaya hidup sehat.
Sehingga untuk mencegah kekambuhan, dr. Ari menyarankan agar pasien melakukan gaya hidup sehat. Salah satu cara hidup sehat adalah istirahat cukup, menjaga makan, usahakan memperbanyak mengonsumsi sayur serta buah agar tetap sehat.
Buah dan sayur mengandung antioksidan yang dibutuhkan untuk menetralkan racun di dalam tubuh kita. Selain itu stres fisik maupun psikis bisa memperburuk perjalanan kanker seseorang.
"Kontrol teratur juga tetap dilakukan karena pasien yang remisi dari suatu kanker berisiko untuk menderita kanker kembali," ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
