
Ilustrasi
JawaPos.com - Pengobatan penyakit kanker dilakukan dengan tiga cara yaitu radioterapi, kemoterapi, dan operasi. Kemoterapi dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker namun memiliki dampak yang tak enak bagi tubuh. Banyak pasien merasa mual atau panas di tubuh usai kemoterapi. Karena itu tak semua pasien kuat melakukan kemoterapi lanjutan.
Kemoterapi adalah salah satu pilihan pengobatan utama untuk kanker. Sasaran pengobatannya adalah mengurangi sel kanker abnormal yang tumbuh tak terkendali. Tapi, sayangnya, aksi obat terkadang bisa meluas ke sel normal. Inilah alasan utama efek samping yang terjadi akibat obat kemoterapi.
Ini adalah saat yang sulit bagi pasien dan keluarga mereka. Menjaga pasien tetap percaya diri dan nyaman merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan sesi kemoterapi.
Efek samping yang umum dari pengobatan kemoterapi adalah anemia, kelelahan, rambut rontok, memar, perdarahan, muntah, infeksi dan penurunan berat badan. Karena kemoterapi menggunakan obat dosis tinggi, lebih baik memilih pengobatan di rumah untuk mengatasi efek samping kemoterapi.
Kebanyakan orang lebih memilih pengobatan di rumah, karena ini adalah pilihan yang aman untuk pasien kanker. Boldsky, Minggu (23/4) melansir pola hidup tepat bagi pasien kanker usai melakukan kemoterapi.
Jahe
Ada penelitian terbaru yang dilakukan pada pasien kemoterapi. Asupan jahe dapat meringankan sebagian besar masalah terkait sistem pencernaan yang akan terjadi karena efek samping kemoterapi.
Ekstrak Tanaman Susu Thistle
Ramuan ini sangat efisien dalam melawan peradangan hati pada penderita kanker. Karena hati adalah organ utama yang bekerja untuk detoksifikasi, menjaga kesehatan hati sangat penting.
Pijat
Memberi sesi pijat yang menenangkan adalah sesuatu yang dapat dilakukan anggota keluarga agar pasien tetap tenang dan rileks. Studi menunjukkan bahwa sesi pijat yang efektif dapat membuat pasien terbebas dari rasa sakit dan kecemasan.
Minum Banyak Air
Dehidrasi adalah salah satu efek samping kemoterapi. Minum air secukupnya dan jaga agar tubuh tetap terhidrasi.
Makanan Ringan Sehat
Masalah buang gas atau kentut juga sering terjadi selama sesi kemoterapi. Hal ini dapat dihindari dengan mengonsumsi camilan sehat dalam porsi kecil di antara makanan utama.
Diet seimbang
Jangan pernah melewatkan makanan bergizi, sekalipun tidak nafsu makan. Makanan yang baik dan bergizi dapat memberikan dukungan positif terhadap pengobatan kemoterapi.
Yogurt
Obat dosis tinggi dapat mempengaruhi flora bakteri alami dalam usus. Hal ini memicu masalah kesehatan seperti diare. Yogurt adalah pilihan yang baik untuk mencoba memecahkan masalah ini.
Makanan Protein
Makan lebih banyak kacang atau kacang polong. Ini cara terbaik untuk melawan efek samping kemoterapi yaitu rambut rontok. Protein penting untuk menjaga agar folikel rambut tetap kuat dan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut baru. (cr1/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
