
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 berangkat dari Jakarta untuk menjalani misi Port Visi ke beberapa negara di Pasifik Selatan. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Panglima Komanda Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyampaikan bahwa ada tiga tujuan utama TNI AL mengirim KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 ke Kawasan Pasifik Selatan. Tiga tujuan tersebut dibawa oleh 177 personel yang turut serta dalam pelayaran kapal bantu rumah sakit tersebut.
Pada Rabu (9/10), KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 berangkat dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara.
”Adapun tiga tujuan utama dari tugas ini yang pertama tentu saja kita mengemban tugas diplomasi pertahanan untuk menguatkan politik bebas aktif kita, bangsa Indonesia yang dikelilingi berbagai negara kawasan,” terang Denih.
Perwira tinggi bintang tiga TNI AL itu ingin keberadaan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai bagian dari kekuatan Angkatan Laut Indonesia bisa ditunjukkan kepada dunia. Termasuk kepada negara-negara di Kawasan Pasifik Selatan seperti Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini. Apalagi kapal bantu rumah sakit tersebut juga akan melakukan bakti kesehatan di negara tujuan.
Kedua, sambung Denih, tujuan berangkatnya KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dari Jakarta ke beberapa negara di Kawasan Pasifik Selatan adalah melaksanakan diplomasi pertahanan. Denih menyampaikan bahwa kapal bantu rumah sakit tersebut adalah salah satu kekuatan Komando Armada (Koarmada) III sebagai komando pelaksana operasi di bawah Komando Operasi Koarmada RI.
”Koarmada III memiliki tanggung jawab mengembangkan diplomasi negara dengan negara-negara tetangganya dan pada kali ini Koarmada III juga bertanggung jawab untuk bisa mengemban tugas itu dengan baik,” ucap Denih.
Ketiga, Denih mengungkapkan bahwa tujuan berlayarnya KRI dr. Wahidin Sudirohusodo ke Kawasan Pasifik Selatan adalah menguji kemampuan kapal bantu rumah sakit buatan dalam negeri tersebut. Koarmada RI ingin melihat sejauh mana KRI dr. Wahidin Sudiro mampu melaksanakan pelayaran jarak jauh dengan waktu tempuh mencapai 48 hari.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
