
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (Dok JawaPos.com)
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries mengatakanyakin terhadap soliditas TNI. Termasuk soliditas para purnawirawan TNI ini. Meski terjadi perbedaan pilihan dalam Pilpres 2019, mereka akan kembali kompak merajut persatuan dan menjaga NKRI.
Menurutnya, semangat patriotisme mereka sudah terlatih dan teruji sejak masih aktif. Kalaupun ada perbedaan pilihan itu hanya sementara. Tidak akan menganggu persatuan NKRI. "Sangat kecil mereka memecah belah. Bagi mereka NKRI adalah harga mati. Itulah ciri dari TNI," kata Supiadin saat dihubungi, Sabtu (1/6).
Politikus dari Partai Nasdem itu mengatakan, perbedaan sikap politik di kalangan para purnawirawan itu wajar. Sehingga adanya perbedaan itu tidak semestinya menjadi perpecahan. "Tapi bukan berarti kami terpecah. Kami tetap satu untuk NKRI," katanya.
Supiadin itu meminta para purnawirawan TNI yang tidak puas dengan hasil pemilu agar menempuh jalur hukum sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Jangan sampai, melakukan tindakan di luar kesepakatan atau aturan hukum.
Meski tidak mempersoalkan siapapun yang melakukan unjuk rasa atau menyampaikan pendapatnya tentang pemilu. Namun, Supiadin berharap dilakukan dengan cara yang baik. Proses penyelesaiannya juga harus dilakukan dengan cara konstitusional, seperti mengadu ke Bawaslu, Polri, ataupun Mahkamah Konstitusi. "Saya yakin, setelah putusan MK takkan ada lagi kubu 01 atau 02," ungkapnya.
Senada, Anggota Komisi I DPR lainnya, Syaifullah Tamliha juga meyakini para purnawirawan TNI saat ini solid. Meski terjadi perbedaan dalam Pilplres 2019, para purnawirawan tetap setia terhadap sapta marga prajurit. "Mereka juga negarawan yang pasti mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi masing-masing," katanya.
Terpisah, pengamat militer Aris Santoso meyakini bahwa para purnawirawan TNI memiliki ikatan kuat. Beda pilihan dalam pilpres takkan memecah belah mereka.
Buktinya, adanya komunikasi personal antara Prabowo Subianto dengan Luhut Panjaitan. Itu membuktikan bahwa hubungan mereka baik-baik saja. "Ini main diopini saja, seolah-olah di masyarakat sipil mereka berperang padahal mereka solid," ujarnya.
Karena itu, Aris menghimbau para purnawirawan jenderal tersebut tidak perlu ribut-ribut, dan tetap menjaga kondusifitas. Sebab, yang jadi korbannya masyarakat sipil. "Mereka takkan berbuat makar. Itu hanya sekedar kata-kata. Mereka itu solid," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
